Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Rudal ATACMS, Ukraina Tembakkan Rudal Jelajah Storm Shadow Milik Inggris ke Russia

📅 Kamis, 21 Nov 2024, 14:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Rudal ATACMS, Ukraina Tembakkan Rudal Jelajah Storm Shadow Milik Inggris ke Russia Doc: BBC/UK MoD
Ket. Angkatan Udara Kerajaan Inggris mempersenjatai jet Eurofighter Typhoon dengan rudal Storm Shadow.

KYIV - Ukraina menembakkan serangkaian rudal jelajah Storm Shadow milik Inggris ke wilayah Russia pada hari Rabu (20/11), senjata Barat terbaru yang diizinkan untuk digunakan terhadap sasaran-sasaran Russia sehari setelah Ukraina menembakkan rudal ATACMS milik AS.

Serangan tersebut dilaporkan secara luas oleh koresponden perang Russia di Telegram dan dikonfirmasi oleh seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya. Seorang juru bicara Staf Umum Ukraina mengatakan ia tidak memiliki informasi apa pun.

Moskow mengatakan penggunaan senjata Barat untuk menyerang wilayah Russia yang jauh dari perbatasan akan menjadi eskalasi besar dalam konflik tersebut. Kyiv mengatakan pihaknya membutuhkan kemampuan untuk mempertahankan diri dengan menyerang pangkalan-pangkalan belakang Russia yang digunakan untuk mendukung invasi Moskow, yang memasuki hari ke-1.000 minggu ini.

Akun koresponden perang Russia di Telegram mengunggah video yang mereka katakan berisi suara rudal yang menghantam wilayah Kursk, yang berbatasan dengan timur laut Ukraina.

Setidaknya 14 ledakan besar terdengar, sebagian besar didahului oleh suara peluit tajam yang terdengar seperti rudal yang datang. Video yang direkam di daerah permukiman itu memperlihatkan asap hitam mengepul di kejauhan.

Kanal Two Majors yang pro-Russia di Telegram mengatakan, Ukraina menembakkan hingga 12 Storm Shadow ke wilayah Kursk, dan memuat gambar potongan rudal dengan nama Storm Shadow yang terlihat jelas.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menolak berkomentar.

Inggris sebelumnya mengizinkan Ukraina menggunakan Storm Shadows, yang memiliki jangkauan melebihi 250 km, di wilayah Ukraina.

Pemerintah Kyiv telah mendesak mitra-mitra Baratnya untuk memberikan izin menggunakan senjata semacam itu untuk menyerang target-target jauh di dalam Russia. Minggu ini, Ukraina telah memperoleh izin dari Presiden AS Joe Biden untuk menggunakan ATACMS, dua bulan sebelum Biden lengser dari jabatannya.

Karena penggunaan rudal oleh Ukraina meningkatkan ketegangan, Amerika Serikat menutup kedutaannya di Kyiv pada hari Rabu sebagai tindakan pencegahan karena ancaman serangan udara yang signifikan. Kemudian, kedutaan akan dibuka kembali pada hari Kamis.

Pentagon pada hari Rabu juga mengumumkan bantuan militer sebesar US$275 juta kepada Ukraina yang mencakup lebih banyak amunisi untuk sistem roket HIMARS. Dan Pemerintahan Biden bergerak untuk menghapuskan pinjaman AS sebesar US$4,7 miliar kepada Ukraina saat pejabat yang akan lengser berupaya melakukan apa yang mereka bisa untuk memperkuat Kyiv sebelum mereka meninggalkan jabatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Megapolitan
Cuaca Jakarta Hari Ini, Jum...

Sudan Nyatakan Patuh pada Larangan Senjata Kimia

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Sudan Nyatakan Patuh pada L...
Luar Negeri
Raja Malaysia Titahkan Seko...
Luar Negeri
Ekonomi Jepang Tancap Gas, ...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.