Ini Alasannya Kenapa Polandia Siap Bantu Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 14 Nov 2024, 04:00 WIB

Jakarta - Polandia menyatakan kesiapan untuk membantu program makanan bergizi gratis Indonesia karena memiliki pengalaman sukses mengatasi masalah nutrisi dan menyediakan vitamin bagi anak-anak hanya dalam waktu empat tahun.

"Kami dapat berbagi dengan Indonesia, kesalahan dan kesuksesan kami karena kami telah melalui proses ini,” kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Polandia untuk Indonesia Maciej Tumulec  pada Perayaan Hari Kemerdekaan Polandia di Jakarta, Rabu.

Tumulec menjelaskan bahwa Polandia mengalami masalah gizi anak sekitar 14 tahun yang lalu, terutama bagi anak-anak di golongan kelas miskin yang menderita kekurangan makanan di sekolah.

Pemerintah Polandia saat itu menawarkan program yang mereka sebut 'segelas susu'. Tidak sekedar susu, program tersebut juga menyediakan paket makanan lengkap termasuk buah segar.

“Itu hanya berlangsung selama empat tahun karena, Anda tahu, pada akhirnya setelah empat tahun itu sangat sukses. Tidak ada lagi masalah dengan nutrisi dan menyediakan vitamin bagi anak-anak. Dan saya percaya di Indonesia bisa sama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Tumulec menyampaikan Polandia bukan hanya produsen pangan terbesar di Eropa, tetapi juga sangat kuat dalam industri pengolahan. Sehingga, tidak hanya sekedar berbagai pengalaman, negaranya siap memberikan bantuan teknis dan pengetahuan untuk melakukan program makan bergizi gratis.

“Polandia, sebagai salah satu produsen pangan terbesar di Eropa, juga siap berkontribusi terhadap ketahanan pangan Indonesia dan meningkatkan kerja sama di bidang industri pengolahan pangan. Kami siap mendukung pemerintahan baru dalam melaksanakan program makanan gratis,” tegasnya.

Menanggapi kesiapan Polandia dalam membantu program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo tersebut, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli yang hadir mewakili pemerintah Indonesia dalam perayaan Hari Kemerdekaan Polandia itu menyambut dengan baik tawaran tersebut.

“Menurut saya, ini berarti ada peluang dan kemudian jika peluang tersebut dapat memberikan benefit kepada kedua negara, kenapa tidak,” kata Yassierli.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.