Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyelamatan Sritex Jangan Bebani APBN

24 Rabu, 06 Nov 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penyelamatan Sritex Jangan Bebani APBN Penyelamatan Sritex Jangan Bebani APBN Doc: ANTARA/Mohammad Ayudha
Ket. Usaha pailit I Buruh berjalan keluar dari pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (24/10). Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang menyatakan perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex dinyatakan pailit,

Pemerintah jangan gegabah dengan upaya penyelamatan Sritex supaya tidak membebani APBN.

JAKARTA – DPR RI meminta penyelamatan raksasa tekstil dj Indonesia, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Hal itu dimaksudkan agar langkah penyelamatan tersebut tak membebani anggaran ke depannya. 

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H. Ganinduto, sepakat dengan upaya penyelamatan Sritex. Namun, dirinya mengingatkan pemerintah jangan gegabah supaya tidak membebani APBN.

"Sekarang yang menjadi pertanyaannya, bagaimana menyelamatkan Sritex karena Sritex terbelit utang triliunan rupiah. Jangan sampai nanti APBN lagi yang dibebankan, yang penting itu,” tutur Firnando di Jakarta, Selasa (5/11).

Karena itu, dirinya berharap pemerintah menyusun mitigasi secara strategis, efektif, dan efisien untuk menyelamatkan Sritex. Terlebih lagi, jelasnya, ada puluhan ribu karyawan yang terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) usai dinyatakan pailit.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kementerian untuk berupaya agar tidak ada PHK terhadap karyawan Sritex, termasuk mencari jalan keluar agar perusahaan tekstil itu tetap beroperasi.

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menyoroti rencana penyelamatan Sritex dengan intervensi pemerintah, khususnya melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam rapat kerja Komisi VI dengan Menteri BUMN, Herman menekankan keinginan Presiden untuk menyelamatkan sekitar 50.000 karyawan Sritex merupakan langkah penting, namun perlu dilakukan dengan pendekatan yang transparan, akuntabel, dan realistis.

"Keinginan Pak Presiden untuk menyelamatkan karyawan yang besar jumlahnya ini tentu harus dibahas secara mendalam dan seksama. Selain itu, diperlukan pola penyelamatan yang benar-benar transparan sehingga tujuan tersebut bisa berjalan dengan baik tanpa mengorbankan aspek lain," ujar Herman.

Lebih lanjut, Herman menyatakan pengambilalihan Sritex oleh BUMN bukan keputusan sederhana, mengingat beban utang Sritex mencapai lebih dari 25 triliun rupiah, tersebar di 28 bank. Menurutnya, penugasan semacam ini perlu memperhitungkan keuntungan dan risiko secara matang agar tidak membebani keuangan BUMN yang ditugaskan.

Dia mengingatkan ada banyak pengalaman di mana tugas semacam ini justru membebani kondisi finansial BUMN. "Kita punya pengalaman ketika penugasan kepada BUMN berakhir dengan beban finansial yang tidak sehat. Ke depan, upaya ini harus dijaga dengan cermat agar tidak justru menambah beban pada BUMN yang ditugaskan,” tambah Herman.

Siapkan Opsi

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, dalam kesempatan lain menjelaskan penyelamatan Sritex bakal dilakukan secara lintas kementerian, seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perindustrian.

Langkah penyelamatan, lanjutnya, bisa dilakukan lewat berbagai cara,misalnya mempercepat mediasi antara kurator dengan manajemen Sritex.

"Membantu itu kan horizonnya macam-macam. Bukan berarti kemudian pemerintah membantu swasta secara langsung, belum tentu juga. Jadi, bisa aja pemerintah membantu mempercepat kerjanya mediasi misalnya, kurator dengan manajemen," ungkapnya.

Selain terkait mediasi, bantuan juga akan diberikan pemerintah terkait proses ekspor-impor yang dilakukan Sritex. Pemerintah sebelumnya memastikan bahwa Sritex tetap bisa melakukan ekspor-impor meski berstatus pailit.

"Pemerintah bisa membantu terkait tentang regulasi apa yang bisa relaksasi terkait tentang ekspor, impor gitu ya," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Luar Negeri
Tiongkok Tetapkan Status Si...

NASA: El Nino 2026 Mirip Peristiwa 1997

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
NASA: El Nino 2026 Mirip Pe...
Megapolitan
Jalan Muchtar Tabrani Bekas...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Atasi Genanga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.