Pemerintah Akan Naikkan Gaji Guru
Rabu, 06 Nov 2024, 03:40 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muâti, memastikan pemerintah akan memberi kenaikan gaji guru. Meski demikian, besarannya belum bisa dipastikan.
âAda kenaikan gaji, namun besarannya belum dipastikan,â ujar Muâti, usai acara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), di Jakarta, Rabu (5/11).
Dia menerangkan, pihaknya terus mengkaji kebijakan terkait kenaikan gaji guru. Menurutnya, pada pelaksanaannya nanti setiap guru kemungkinan tak mendapatkan besaran tambahan gaji yang sama.
Muâti menambahkan, nantinya akan ada aturan terkait penambahan gaji tersebut. Di dalamnya akan mengatur kualifikasi terhadap guru yang akan menerima penambahan gaji. âJangan sampai yang tidak berhak malah menerima. Yang berhak tidak menerima,â jelasnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dalam salah satu janji kampanyenya menyebutkan akan ada penambahan gaji guru. Adapun nominalnya sebesar 2 juta rupiah.
Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, mendesak pemerintah baru merealisasikan janji pasangan Prabowo-Gibran dalam kampanye Pilpres 2024 lalu. Termasuk mengadakan upah minimum bagi guru sebesar 2 juta rupiah per bulan.
âKami juga mendesak Prabowo-Gibran memenuhi janjinya akan memberi tambahan penghasilan sebesar 2 juta per bulan bagi seluruh guru baik negeri atau swasta, honorer atau ASN dimulai Oktober 2024 ini,â katanya.
Dia menilai, janji tersebut perlu diapresiasi. Meski demikian, dia khawatir penambahan penghasilan guru 2 juta perbulan tidak akan dipenuhi karena alasan tidak ada anggarannya di APBN.
Skema Beasiswa
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengusulkan skema beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggunakan skema talent scouting. Pihaknya mendorong LPDP untuk menggali talenta berbakat yang masih banyak tersebar di seluruh pelosok negeri dan berpotensi memberikan pengaruh baik di tengah masyarakat.
âBanyak SDM unggul yang belum terjangkau beasiswa, perlu ada talent scouting yang dilakukan LPDP, pemerintah harus mampu jemput bola untuk menjembatani mereka mendapatkan pendidikan yang lebih baik,â ujar Pratikno, dalam keterangannya kepada awak media, kemarin.
Dia menekankan, LPDP mesti mampu mendorong pertumbuhan dan kemajuan bangsa. Di sisi lain, LPDP perlu membuat kebijakan untuk memfasilitasi mahasiswa yang telah menerima beasiswa luar negeri untuk kembali dan turut membangun negeri melalui keterampilan dan pengetahuan yang didapat selama berkuliah.
âPerlu ada skema untuk memfasilitasi para alumni LPDP, karena selain ada skema untuk mendidik, skema mempertahankan, tetapi juga perlu ada skema untuk akuisisi, sehingga investasi besar negara untuk pendidikan dapat berdampak kembali kepada pertumbuhan dan kemajuan negara,â jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai program beasiswa strategis. Salah satunya, Beasiswa Afirmasi yang telah dinikmati oleh lebih dari 12 ribu anak bangsa di berbagai penjuru.
Dia menerangkan, beasiswa Afirmasi ini terdiri dari berbagai jalur seperti Beasiswa Prasejahtera, Beasiswa Daerah Afirmasi, Beasiswa Penyandang Disabilitas, dan Beasiswa Putra-Putri Papua. Ini sekaligus wujud nyata komitmen LPDP untuk memberikan kesempatan yang setara dan inklusif kepada para kelompok rentan.
Andin menerangkan, total keseluruhan alumni penerima beasiswa LPDP telah berjumlah 24 ribu orang dan akan terus bertambah. Ribuan putra-putri yang telah mengantongi ijazah S2 maupun S3 ini telah berkiprah di banyak sektor privat dan publik. ruf/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Menbud Ajak Generasi Muda untuk Eksplorasi Kreatif Musik Tradisi Melalui Teknologi Modern
-
Industri Streaming Indonesia 2025 Melaju Pesat, Konten Lokal dan Gen Z Jadi Penggerak Utama
-
Isu Direksi Asing di BUMN, Danantara Jawab dengan Strategi Selektif dan Terukur
-
Lewat Semangat Kirei, Masyarakat Diajak Wujudkan Gaya Hidup Bersih
-
Jelang Mudik, Kendaraan Masuk DIY dari Tol Prambanan Bertambah
-
Dinsos Lebak Apresiasi Sistem Sekolah Berasrama: Bentuk Disiplin dan Kemandirian Siswa
-
Rupiah Hari Ini Melemah Seiring Pudarnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga, Investor Berpaling ke Dolar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.