Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis di Kaltara yang Dimulai 2 Januari 2025

📅 Minggu, 03 Nov 2024, 19:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Matangkan Persiapan Program Makan Bergizi Gratis di Kaltara yang Dimulai 2 Januari 2025 Doc: ANTARA/HO-DKISP Kaltara
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara Togap saat rapat koordinasi bersama Plh. Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurist membahas persiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta.

Tarakan - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mematangkan persiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada 2 Januari 2025.

"Pemprov Kaltara terus mematangkan persiapan dalam rangka mendukung program Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," kata Penjabat (Pj) Gubernur Kaltara Togap Simangunsong di Tanjung Selor, Bulungan, Minggu.

Togap juga sudah melakukan rapat koordinasi bersama PlhDirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurist di Jakarta, Jumat (1/11).

Fokus dalam rapat tersebut membahas terkait persiapan hingga uji coba MBG yang telah terlaksana di beberapa daerah di Kaltara dan kendala serta solusi untuk pemecahannya.

"Di Kaltara sudah terlaksana sosialisasi maupun uji coba MBG di beberapa daerah, seperti Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, dimana semua berjalan dengan lancar," ujar Togap.

Menurutnya, setiap daerah, khususnya di Kaltara memiliki tantangan yang berbeda-beda dimana harga bahan pokok yang beragam, sehingga mempengaruhi anggaran per paket, dimana sebelumnya Kemenko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menetapkannominal Rp15.000, sebagai anggaran MBG per satu orang anak.

"Seperti di Malinau, harga susu di sana berbeda dengan di Tarakan, tetapi harga bahan pangan seperti sayur-sayuran cenderung lebih murah, maka yang logis untuk di Kaltara per paket MBGseharga Rp20.000," kata Togap.

Menanggapi hal tersebut, PlhDirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurist menekankan poin penting dalam menyukseskan program ini adalah ketersediaan anggaran yang cukup.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah dapat menggali potensi sumber dana seperti bantuan keuangan provinsi,corporate social responsibility(CSR) perusahaan, ataupun pinjaman lunak dari BPR dan BPD, untuk menutupi kekurangan anggaran MBG.

"Carikan sumber dana bantuan keuangan dari Provinsi, mungkin bantuan keuangan provinsi itu diprioritaskan untuk daerah-daerah 3T," sarannya.

Tak hanya terkait sumber dana, iamengingatkan pentingnya mempersiapkan regulasi yang matang dan pengawasan yang ketat agar program yang menjadi salah satu program unggulan 100 hari pertama Presiden Prabowo berjalan sesuai rencana.

"Dengan waktu yang tidak lama harus jelas, siapa yang bertanggungjawab dan pertanggungjawaban dana tersebut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.