Kemarau Panjang Imbas Siklon di Sekitar Filipina

Selasa, 29 Okt 2024, 17:00 WIB

Padang - Stasiun Pemantau Atmosfer Global atau GAW Bukit Kototabang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjelaskan kemarau panjang di tanah air imbas dari keberadaan siklon di sekitar Filipina.

"Kami melihat ada semacam gangguan berupa siklon di sebelah Filipina sehingga angin dari arah selatan (India) tertuju ke sana," kata Koordinator Data dan Informasi Stasiun GAW Bukit Kototabang, Andi Sulistiyono saat dihubungi di Padang, Selasa.

Seharusnya, sambung dia, periode Oktober-November siklon tersebut sudah mengarah atau berada di wilayah Australia. Kondisi tersebut mengakibatkan kemarau yang lebih panjang di Indonesia termasuk di Sumbar. Padahal, BMKG memperkirakan Oktober hingga November 2024 Ranah Minang sudah memasuki musim penghujan.

"Belum masuknya musim penghujan di Sumbar ini karena ada gangguan di atmosfer tadi," kata dia.

Andi memperkirakan, musim hujan di Provinsi Sumbar baru akan terjadi pada awal November 2024. Stasiun GAW juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuka lahan baru dengan cara dibakar.

Sebab, cara-cara tersebut dapat memperparah dan meningkatkan risiko penurunan kualitas udara akibat musim kemarau yang telah terjadi sejak beberapa waktu terakhir.

Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi kemarau panjang akibat siklon di sekitar Filipina tersebut belum berdampak pada penurunan kualitas udara. Hanya saja, kondisi lahan kering yang terjadi dapat menimbulkan atau memicu gangguan pernapasan.

Oleh karena itu, Stasiun GAW Kototabang mengimbau masyarakat untuk bijak menyikapi kondisi tersebut misalnya dengan menggunakan masker atau penutup hidung untuk mencegah gangguan pernapasan akibat debu.

"Sejauh ini kualitas udara masih tergolong bagus, hanya saja potensi jumlah debu di udara makin besar," ujar dia.

Sementara itu, Jamal salah seorang warga Kabupaten Padang Pariaman mengatakan selama beberapa hari terakhir cuaca terasa begitu panas sehingga kurang mendukung untuk beraktivitas di luar rumah.

"Cuacanya memang begitu panas selama beberapa hari terakhir," kata Jamal.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.