Korsel Kecam Ratifikasi Perjanjian Pertahanan Russia-Korut

Sabtu, 26 Okt 2024, 02:59 WIB

SEOUL - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (25/10) telah menyuarakan kekhawatiran yang amat serius setelah Russia mengambil langkah untuk meratifikasi perjanjian pertahanannya dengan Korut, dan kembali mendesak Moskwa untuk menghentikan kerja sama ilegalnya dengan Pyongyang.

Sebelumnya pada Kamis (24/10), anggota parlemen Russia memberikan suara bulat untuk meratifikasi perjanjian pertahanan dengan Korut yang salah satu inti perjanjiannya akan menyediakan bantuan timbal balik jika salah satu pihak menghadapi agresi.

Ket. Foto: Kecaman Yoon l Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol (kanan), dan Presiden Polandia, Andrzej Duda, bertemu saat mengikuti konferensi pers bersama di kantor Kepresidenan Korsel di Seoul pada Kamis (24/10). Pada pertemuan itu, Presiden Yoon mengecam pengerahan tentara Korut ke Russia dan menyebutnya sebagai provokasi yang mengancam keamanan global di luar Semenanjung Korea dan Eropa. — Sumber: AFP/JEON HEON-KYUN

Korsel dan Amerika Serikat (AS) sebelumnya pun telah mengklaim bahwa Korut telah mengirimkan senjata dalam jumlah besar ke Russia dan kini ribuan tentara Korut sedang berlatih di Russia. Sementara Ukraina pekan ini mengatakan bahwa tentara Korut tersebut telah tiba di zona tempur di wilayah perbatasan Kursk Russia. Baik Korut maupun Russia membantah pengerahan tentara tersebut.

"Seoul menyatakan kekhawatiran yang mendalam atas ratifikasi Russia atas perjanjian Russia-Korut di tengah terus berlanjutnya pengerahan pasukan Korut ke Russia," kata Kementerian Luar Negeri Korsel dalam sebuah pernyataan seraya menambahkan bahwa pemerintah Korsel sangat mendesak penarikan segera pasukan Korut dan penghentian kerja sama ilegal tersebut.

"Pemerintah akan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk menanggapi dengan tegas kerja sama militer antara Russia dan Korut, dan mengambil tindakan yang tepat seiring dengan kemajuan kerja sama militer mereka," kata kementerian itu.

Menanggapi kecaman dari Korsel, Presiden Russia, Vladimir Putin, mengatakan dalam sebuah sesi wawancara yang disiarkan di televisi pemerintah pada Jumat bahwa terserah kepada Moskwa bagaimana mereka menggunakan klausul perjanjian bantuan militer timbal balik.

"Tindakan apa yang akan kami lakukan dengan klausul ini, itu masih dipertanyakan. Kami tetap berhubungan dengan teman-teman Korut kami," kata Putin. "Saya bermaksud mengatakan bahwa ini adalah keputusan berdaulat kami, apakah kami menggunakan sesuatu atau tidak, di mana, bagaimana, apakah kami membutuhkan ini, atau kami, misalnya, hanya melakukan beberapa latihan, pelatihan, berbagi pengalaman, itu adalah urusan kami," imbuh dia.

Salah satu perwakilan Korut di PBB mengatakan pada Komite Pertama Perlucutan Senjata dan Keamanan Internasional di Majelis Umum PBB bahwa negaranya tidak mengirimkan senjata atau tentara untuk membantu Moskwa. "Klaim dari Korsel dan pihak lainnya tidak lebih dari rumor tak berdasar yang bertujuan untuk menodai citra Korut," kata Rim Mu Song. "Ini adalah kampanye busuk lain yang dirancang oleh Ukraina untuk mendapatkan lebih banyak persenjataan dan dukungan keuangan dari AS dan negara-negara Barat," imbuh dia.

Provokasi Global

Pada Kamis lalu, Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, menyebut pengerahan tentara Korut ke Russia itu sebagai provokasi yang mengancam keamanan global di luar Semenanjung Korea dan Eropa. Pernyataan Presiden Yoon itu disampaikan usai ia melakukan pembicaraan dengan Presiden Polandia, Andrzej Duda.

Seoul diketahui telah menjual miliaran dollar tank, howitzer, pesawat tempur, dan peluncur roket ke Polandia, sebuah negara yang meryupakan sekutu utama Kyiv. Pada Juni lalu, Korsel telah menyetujui transfer pengetahuan yang diperlukan untuk membangun tank K2 ke Polandia, yang menurut para ahli bisa menjadi langkah kunci menuju produksi tank di Ukraina.

Sementara itu media pemerintah Korut melaporkan bahwa pada Jumat, Pyongyang telah mengadopsi lagu kebangsaan baru dan langkah ini dinilai oleh para ahli sebagai upaya untuk memperkuat penegasan pemimpin Korut, Kim Jong-un, untuk mendefinisikan negaranya sebagai negara yang sepenuhnya terpisah dari, dan berkonflik dengan Korsel.

Korut mengubah konstitusinya untuk mendefinisikan Korsel sebagai negara yang bermusuhan dan pekan lalu meledakkan jalan raya dan jalur kereta yang pernah menghubungkan kedua negara.AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.