Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia Penghubung Sisilia dan Italia Mulai Dibangun

Sabtu, 26 Okt 2024, 10:00 WIB

Proyek pembangunan jembatan gantung terpanjang di dunia yang akan menghubungkan Pulau Sisilia dengan daratan utama Italia segera dibangun. Konstruksi dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun ini dan jembatan akan mulai digunakan pada awal tahun 2030.

Italia telah lama bermain-main dengan ide untuk membangun jembatan antara pulau Sisilia dengan daratan utama. Proyek rekayasa yang sangat ambisius ini berada dalam tahap awal selama beberapa dekade sebelum akhirnya dihentikan pada tahun 2013.

Ket. Foto: — Sumber: Time Out/Shutterstock

Pada tahun 2022, pemerintah sayap kanan Italia yang baru terpilih mengumumkan bahwa mereka ingin menghidupkan kembali rencana pembangunan jembatan gantung terpanjang di dunia.

Perdana Menteri Giorgia Meloni mengatakan bahwa ia akan meminta Uni Eropa untuk membantu mendanai proposal senilai miliaran euro tersebut. Sementara itu, perjanjian pendanaan baru ditandatangani oleh perusahaan konstruksi jembatan, Società Stretto di Messina dan Badan Eksekutif Iklim, Infrastruktur dan Lingkungan dari Komisi Eropa (CINEA).

Daratan Italia dan Sisilia dipisahkan oleh Selat Messina, yang merupakan sebuah perairan yang menghubungkan Laut Ionia di selatan dengan Laut Tyrrhenian di utara. Pada titik tersempitnya, selat ini memiliki lebar 3,1 kilometer (1,9 mil), dengan kota pelabuhan Messina di sisi Sisilia dan kota Calabria, Villa San Giovanni, di daratan.

Jembatan baru ini telah disetujui oleh pemerintah pada bulan Januari lalu dan setelah selesai dibangun, jembatan ini akan menjadi jembatan gantung terpanjang di dunia dengan panjang 3.600 meter. Terlebih lagi, desainnya secara teoritis mampu menahan gempa berkekuatan 7,5 SR dan angin berkecepatan 186 mph.

Koneksi jalan dan kereta api yang diusulkan akan memiliki bentang tengah lebih dari 3 km, menjadikannya jembatan gantung terpanjang di dunia. Perkiraan total biaya pembangunannya adalah 4,6 miliar Euro dan lokasi konstruksi akan dibuka pada akhir tahun ini. Saat ini, untuk pergi dari daratan Italia ke Pulau Sisilia bisa dengan pesawat, kapal, atau kereta api yang diangkut dengan feri.

"Ini adalah pemerintah dan legislatif yang berambisi untuk meletakkan batu pertama dan mulai membangun proyek yang diberkati ini. Memulai pekerjaan pembangunan Jembatan Selat adalah salah satu tujuan saya," kata Matteo Salvini, Menteri Infrastruktur Italia dan Pemimpin Partai Koalisi Liga kepada lembaga penyiaran Italia, RAI, bulan lalu dikutip dari Euronews, Jumat (25/10).

"Pengangkutan feri, selain polusi dan pemborosan waktu, juga menghabiskan biaya lebih banyak dalam setahun daripada biaya untuk membangun jembatan," tambahnya.

Namun, sejak zaman Romawi, gagasan tentang jembatan untuk menghubungkan kedua daratan ini masih diperdebatkan. Bahkan, menurut beberapa sejarawan, bangsa Romawi kuno sebenarnya telah membangun jembatan yang terbuat dari tong dan perahu.

Jalur kereta api dan jalan raya yang diusulkan adalah untuk menghubungkan kota Messina di Sisilia dengan wilayah Calabria di daratan. Namun rencana tersebut dibatalkan pada tahun 2013 setelah Mantan Perdana Menteri Mario Monti menutup perusahaan konstruksi tersebut dalam rangkaian penghematan.

Rencana pembangunan jembatan gantung antara Sisilia dan daratan utama belum mendapat dukungan bulat. Para pendukungnya mengklaim bahwa jembatan ini akan membantu meningkatkan perekonomian pulau yang stagnan dan mengurangi kesenjangan antara bagian utara yang kaya dan bagian selatan yang lebih miskin.

Para pendukung juga mengatakan bahwa hal ini akan memungkinkan kapal-kapal kargo yang tiba di Terusan Suez untuk memindahkan barang-barang mereka ke kereta api di Sisilia. Hal ini akan memungkinkan barang-barang tersebut diangkut dengan cepat ke bagian utara negara itu, sehingga menghemat biaya perjalanan laut yang panjang.

Koneksi kereta api dan jalan raya juga akan mengurangi tekanan pada layanan feri yang penuh sesak yang mengangkut mobil, truk, dan kereta api melalui Selat Messina. Namun para kritikus berpendapat bahwa jembatan raksasa ini akan membuang-buang dana publik dan merupakan usaha yang berisiko di zona seismik aktif. Para pencinta lingkungan juga memperingatkan akan risiko terhadap ekosistem lokal dan kerusakan estetika lanskap.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.