Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Ini Alasannya Kenapa Kini PSSI Wajibkan Suporter Miliki Garuda ID

📅 Jumat, 25 Okt 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ternyata Ini Alasannya Kenapa Kini PSSI Wajibkan Suporter Miliki Garuda ID Doc: ANTARA/Zaro Ezza Syachniar
Ket. Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga (kiri) dan Managing Director PT Garuda Sepak Bola Indonesia Marshal Masita (kanan) saat berbicara di depan awak media pada jumpa pers Garuda ID di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (24/10/2024).

Jakarta - Federasi sepak bola Indonesia atau PSSI memperkenalkan Garuda ID untuk para suporter yang ingin membeli tiket pertandingan timnas Indonesia.

Melalui jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis, anggota Exco PSSI Arya Sinulingga mengatakan langkah ini ditujukan untuk membuat para suporter timnas Indonesia merasa aman saat menonton di stadion.

Munculnya ide ini, kata Arya, didasari oleh respon PSSI yang melihat kejadian suporter tak bertiketbisa menyaksikan laga timnas Indonesia melawan Australia di SUGBK pada September.

"Ini tidak lanjut saat melawan Australia lalu, kami lihat jumlah penonton di luar kapasitas," kata Arya.

"Yang kedua, juga ada kejadian ketika ada penonton atau suporter yang mau menonton dia bawa tiketnya, ternyata tiketnya sudah pernah dipakai. Dari dua kejadian tersebut dan kita lihat di GBK penuh banget penontonnya. Pak Ketum melihat bahwa ini terlalu banyak masuk. Berbahaya," tambah dia.

Garuda ID adalah sebuah sistem pendataan calon penonton yang ingin menyaksikan laga timnas Indonesia. Untuk memiliki Garuda ID, para suporter wajib mendaftarkan diri di akun PSSI dengan mengisi data seperti email dan kata sandi, mengunggah foto KTP atau paspor, foto selfie, hingga kemudian menunggu proses verifikasi dari sistem.

Nantinya, setelah terverifikasi, para suporter akan mendapatkan identitas unik berupa kode yang hanya dapat dimiliki oleh satu orang suporter untuk membeli tiket.

Sistem satu ID untuk satu fanini akan berfungsi untuk memastikan bahwa hanya pemilik tiket yang bisa menonton pertandingan timnas Indonesia. Sistem ini dibuat agar tidak ada lagi penonton tidak bertiketyang masuk.

Sistem teknologi pengenal wajah juga akan diterapkan di Garuda ID untuk menghindari praktik calo yang masih terjadi.

"Tujuannya juga agar tidak ada lagi calo tiket. Ini menjadi langkah kita supaya menonton timnas Indonesia supaya semakin aman dan nyaman," jelas Arya.

"Selama ini sistemnya pakai barcode untuk masuk tanpa ada kontrol apa pun. Nah ini kita bikin perubahan yang cukup mendasar. Bisa dibilang agak revolusioner. Karena apa? Maka sekarang pembelian tiket harus memakai Garuda ID di mana ada proses KTP, identitas, dan memakai pengenalan wajah," lanjut dia.

Selain itu, sistem ini juga untuk pendataan penonton agar mudah dilacak jika nantinya ada yang melakukan pelanggaran-pelanggaran selama pertandingan.

"Jika ada penonton yang merokok, mengganggu penonton yang lain, bisa jadi catatan kita untuk pembelian tiket berikutnya. Ini kami lakukan demi keamanan. Kami minta maaf, tapi ini demi kenyamanan. Kalau ini berjalan lancar, ini bisa jadi yang pertama di Asia," ucap Arya.

Karena ini sistem terobosan baru, dalam kesempatan yang sama, Arya juga meminta maaf jika dalam pelaksanaannya terjadi kendala.

"Ada yang bilang harus dibenahi dulu. Enggak bisa. Kita harus jalan terus. Ini juga ada hambatan, tapi OTP-nya ini karena kita pakai Google, saat ada yang masuk berbarengan, dianggap spam oleh sistem keamanan mereka. Sistem keamanan mereka memang begitu," tambah dia.

Terdekat, para suporter dapat mencoba terobosan baru ini pada laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C melawan Jepang pada 15 November.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.