AS Konfirmasi Korut Kirim 3.000 Tentara ke Russia

Jumat, 25 Okt 2024, 02:59 WIB

WASHINGTON DC - Gedung Putih telah mengkonfirmasi bahwa Korea Utara (Korut) telah mengirimkan pasukan ke Russia. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Kirby, pada Rabu (23/10) waktu setempat mengatakan dalam konferensi pers bahwa AS menilai Korut telah memindahkan setidaknya 3.000 tentara ke Russia timur antara awal hingga pertengahan Oktober.

Kirby mengatakan AS meyakini bahwa para tentara tersebut melakukan perjalanan dengan kapal ke Vladivostok di Timur Jauh Russia dan kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah lokasi pelatihan militer Russia di wilayah Russia timur, dimana mereka saat ini menjalani pelatihan.

Ket. Foto: Pengiriman Pasukan l ­Seorang pria membaca koran yang ditempel di papan pengumuman publik di Seoul, Korsel pada 21 Oktober lalu. Berita di koran itu mengabarkan tentang informasi pengiriman pasukan Korut ke Russia untuk diterjunkan di garis depan medan pertempuran di Ukraina. — Sumber: AFP/Anthony WALLACE

"AS belum mengetahui apakah para tentara itu akan ikut bertempur bersama militer Russia, namun hal ini tentu saja sangat mungkin terjadi," ucap Kirby seraya menambahkan bahwa mereka bisa saja pergi ke Russia bagian barat dan kemudian terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, mengatakan dalam sebuah kunjungan ke Italia bahwa terdapat bukti Korut telah mengirimkan pasukan ke Russia. Komentarnya itu menjadi konfirmasi publik pertama AS tentang Korut yang mengirim pasukan ke Russia.

Sementara itu Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel), Kim Yong-hyeon, menilai tentara Korut yang dikirimkan ke Russia hanyalah tentara bayaran yang dijadikan sebagai tameng peluru.

Dalam sidang audit dan inspeksi parlemen pada Kamis (24/10), Menteri Kim Yong-hyeon mengatakan, meskipun disebut sebagai pengiriman pasukan, namun istilah tentara bayaran lebih tepat bagi tentara Korut, karena menyamarkannya dengan seragam militer Russia dan bergerak sesuai perintah militer Russia tanpa memiliki wewenang operasi apapun.

Menhan Korsel itu pun menjelaskan bahwa sejak Oktober usai pertemuan puncak antara Kim Jong-un dan Vladimir Putin berakhir, pengiriman pasukan itu telah dimulai dan Korut juga telah menyediakan hampir 10 juta peluru artileri ke Russia.

Badan Intelijen Nasional Korsel juga melaporkan bahwa sekitar 3.000 pasukan Korut telah dikirim ke Russia dan diperkirakan jumlahnya akan mencapai 10.000 orang pada Desember. Badan intelijen itu pun mengatakan bahwa setiap pasukan Korut yang dikirim ke Russia dibayar sekitar 2.000 dollar AS per bulan sebagai imbalan.

Tembok Penghalang

Sementara itu Korut juga dilaporkan sedang membangun tembok penghalang di sekitar area jalan penghubung antar-Korea di jalur Donghae yang telah diledakkan oleh Pyongyang pada pekan lalu.

Narasumber laporan dari pemerintah Korsel menyampaikan pada Kamis bahwa Korut telah melakukan pembersihan puing-puing dan pemerataan tanah setelah meledakkan jalan jalur timur tersebut pada tanggal 15 Oktober, dan terdeteksi memasang kerangka struktur baru-baru ini.

"Saat ini kerangka struktur tersebut tampak sedang dipasang dan diperkirakan penghalang beton akan didirikan. Penghalang tersebut tampaknya akan digunakan untuk menghalangi pergerakan tank dan mencegah pembelotan tentara serta penduduk Korut," demikian laporan dari narasumber itu.

Pada Kamis dini hari, Korut pun dilaporkan kembali menerbangkan sekitar 20 balon sampah ke Korsel dan sekitar 10 balon dilaporkan jatuh di wilayah metropolitan. Balon-balon tersebut berisi sampah dan selebaran anti-Korsel, yang sebagian besar berisikan kritik tentang Presiden Yoon Suk Yeol serta Ibu Negara Kim Keon-hee.

Diperkirakan sebagian balon tersebut telah dilengkapi dengan sistem GPS karena ada yang jatuh di kompleks kantor kepresidenan Korsel dan sebagian besar balon yang jatuh ditemukan secara terpusat di sekitar wilayah Yongsan.AFP/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.