Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Terlalu Cepat Puas dengan Angka-angka Statistik

📅 Senin, 21 Okt 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jangan Terlalu Cepat Puas dengan Angka-angka Statistik Doc: ISTIMEWA
Ket. Presiden Prabowo

JAKARTA - Presiden Prabowo mengatakan sebagai pemimpin politik, jangan sampai terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat terlalu cepat gembira, terlalu cepat puas. Padahal para pemimpin ini belum melihat gambaran sepenuhnya "Kita sebagai pemimpin politik, jangan kita terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat kita terlalu cepat gembira, terlalu cepat puas.

Padahal kita belum melihat gambaran sepenuhnya. Kita merasa bangga bahwa kita bisa diterima di kalangan G20, kita merasa bangga bahwa kita disebut ekonomi ke-16 terbesar di dunia. Tapi, apakah kita sungguh-sungguh paham dan melihat gambaran utuh dari keadaan kita?,"kata Presiden Prabowo dalam pidato perdana usai pelantikan sebagai Presiden ke-8 RI.

"Apakah kita sadar bahwa kemiskinan di Indonesia masih terlalu besar? Apakah kita sadar bahwa rakyat kita dan anak-anak kita banyak yang kurang gizi, banyak rakyat yang tidak dapat pekerjaan yang baik. Banyak sekolah-sekolah kita yang tidak terurus. Saudarasaudara, kita harus berani melihat ini semua dan kita harus berani menyelesaikan masalah ini semua." "Saya mengajak kita semua, marilah kita berani melihat kenyataan.

Kita boleh bangga dengan prestasi kita, tapi marilah kita jangan tertegun, jangan terlalu cepat puas dan gembira dengan menutup mata dan hati terhadap tantangan- tantangan dan penderitaan saudara-saudara kita." "Kita tidak boleh memiliki sikap seperti burung unta, kalau melihat sesuatu yang tidak enak memasukkan kepalanya ke dalam tanah."

Tidak Manipulatif

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Aribowo, mengatakan, pemerintahan yang baru harus memastikan capaian dan angka-angka statistik dalam pembangunan valid dan tidak manipulatif, karena itu memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan selanjutnya.

Normatifnya, statistik di negara mana pun digunakan sebagai landasan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. "Angka-angka statistik yang manipulatif biasanya sering disajikan di negara-negara Eropa timur dan Korea Utara.

Masukannya agar ke depan ini pemerintah memastikan supaya data statistik yang dipakai benar-benar valid, tidak manipulatif," katanya. Dikatakan, karena statistik menjadi tolak ukur apakah suatu program berjalan sesuai target atau malah sebaliknya.

Pemerintah harus memastikan apakah capaian dalam statistik sesuai dengan yang berkembang di masyarakat, dan seperti kenyataan di lapangan. Kalau ada gap, berarti ada dua kemungkinan, angkanya manipulatif atau yang pekerjaan yang dilakukan tidak berjalan dengan benar. "Artinya apa yang dikerjakan belum sesuai dengan kebutuhan. Jadi harapannya angka- angka yang disuguhkan sebagai landasan kebijakan ke depan harus sesuai dengan realita di masyarakat," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.