Prabowo Yakin Swasembada Pangan Terwujud Paling Lambat 4 Tahun
Minggu, 20 Okt 2024, 11:41 WIBJAKARTA -Presiden RI Prabowo Subianto meyakini Indonesia bisa mewujudkan swasembada pangan atau kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya paling lambat 4-5 tahun ke depan.
"Saya yakin paling lambat 4-5 tahun, kita akan swasembada pangan, bahkan kita siap menjadi lumbung pangan dunia," kata Prabowo saat berpidato dalam Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2024-2029 di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta, Minggu (20/10).
Keyakinan itu, kata Prabowo, muncul usai berdiskusi dengan para pakar terkait. Oleh karena itu, swasembada pangan harus diwujudkanguna cegah ketergantungan pada bahan pangan negara-negara lain.
Pada masa krisis, Presiden menyebutkantidak ada negara yang bersedia menjual bahan-bahan pangan mereka.
Pada masa krisis, Presiden menyebutkantidak ada negara yang bersedia menjual bahan-bahan pangan mereka.
"Kita tidak boleh tergantung pada sumber makanan dari luar. Dalam krisis, dalam keadaan genting, tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita harus mencapai ketahanan pangan," ucap Presiden.
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengucapkan sumpah jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2024-2029 dalam Sidang Paripurna MPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu.
Sebanyak 709 dari total 732 anggota MPR RI menyaksikan prosesi pengucapan sumpah jabatan tersebut. Sidang Paripurna MPR RI tersebut juga dihadiri para tokoh nasional, pimpinan partai politik, dan perwakilan negara sahabat.
Diketahui sekitar 20 pejabat setingkat kepala negara dan 18 pejabat setingkat menteri yang dijadwalkan menghadiri acara pelantikan di Gedung Nusantara itu.
Negara-negara sahabat yang mengirimkan utusannya untuk menghadiri acara pelantikan, antara lain, Jerman, Qatar, Thailand, Malaysia, Australia, Papua Nugini, Rusia, Laos, Vietnam, Vanuatu, Brunei Darussalam, Timor Leste, Serbia, dan Tiongkok.
Negara lainnya adalah Kamboja, Selandia Baru, Solomon, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Mesir, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, India, Jordania, Jepang, Italia, Kanada, Prancis, Brasil, dan Fiji.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Seminar Ketahanan Mental Anak Digelar di Bulungan, Pemkab Dorong Generasi Tangguh.
-
PLN Ajak Masyarakat Rayakan Kemerdekaan dengan Aman, Hindari Dekorasi Dekat Kabel Listrik
-
Kasus Krisis Imigran Memanas, Mendagri Spanyol Kecam Seruan Soal Penangguhan Schengen
-
Prabowo Tancap Gas! Groundbreaking LNG Abadi Masela, Investasi Energi Terbesar RI Siap Ubah Indonesia Timur
-
Kemenperin: Pasar Sportswear Indonesia Diproyeksi Tembus Rp58,6 Triliun pada 2030
-
Libya Membara dan Listrik Padam Total Saat Suhu Menyentuh 50 Derajat Celsius
-
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Kalimantan Butuh Perluasan Transportasi Untuk Buka Konektivitas
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.