Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Hutan hingga Lautan, Alam dalam Kondisi yang Menyedihkan

📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 00:02 WIB | Oleh:

Menurut Bank Dunia, negara-negara membayar sedikitnya 635 miliar dollar AS setiap tahunnya dalam bentuk subsidi untuk pertanian yang berbahaya bagi lingkungan, dan kemungkinan beberapa triliun dollar lebih dalam bentuk subsidi tidak langsung.

Negara-negara sepakat pada COP15 tahun 2022 untuk mengidentifikasi subsidi yang merugikan pada tahun 2025 dan memangkasnya sedikitnya 500 juta dollar AS per tahun mulai tahun 2030.

Para pemerhati lingkungan juga mendesak bank untuk berhenti memberikan kredit kepada sektor komoditas yang terkait dengan penggundulan hutan. Antara Januari 2023 dan Juni 2024, bank telah memberikan total kredit sekitar 77 miliar dollar AS kepada perusahaan-perusahaan ini, menurut Koalisi Riset dan Advokasi Forest & Finance.

Baik itu serangga yang menyerbuki tanaman, tanaman yang menyaring persediaan air tawar, atau hutan yang menyediakan kayu untuk konstruksi, alam beserta makhluk-makhluknya menyediakan kekayaan bahan dan jasa bagi ekonomi global secara cuma-cuma.

Menurut Forum Ekonomi Dunia, sekitar 44 triliun dollar AS dari hasil ekonomi tahunan dunia - atau sekitar setengah dari total - bergantung pada sumber daya dan layanan alam ini. Jumlah tersebut termasuk 2,1 triliun dollar AS di Amerika Serikat, 2,4 triliun dollar AS di Uni Eropa, dan 2,7 triliun dollar AS di Tiongkok.

Bank Dunia memperkirakan bahwa runtuhnya layanan ekosistem tertentu, seperti perikanan atau hutan asli, dapat merugikan ekonomi dunia 2,7 triliun dollar AS setiap tahunnya pada tahun 2030, sekitar 2,3 persen dari output global.

Program Lingkungan Hidup PBB memperkirakan pengeluaran untuk lingkungan hidup perlu ditingkatkan menjadi 542 miliar dollar AS per tahun pada tahun 2030, naik dari 200 miliar dollar AS pada tahun 2022, untuk menghentikan kerusakan alam dan memenuhi tujuan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.