Ketua MA Diharapkan Bawa Perubahan Peradilan Agung

Jumat, 18 Okt 2024, 02:37 WIB

JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) berharap kepemimpinan Ketua Mahkamah Agung Terpilih periode 2024-2029 Prof. Sunarto dapat membawa perubahan baik untuk mewujudkan visi MA menjadi badan peradilan yang agung.

KY juga berharap ketua baru MA dapat meningkatkan sinergi dan kolaborasi agar mampu memberikan harapan bagi para pencari keadilan. Kiprah Sunarto diyakini mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap dunia peradilan.

Ket. Foto: Ketua Komisi Yudisial Amzulian Rifai. — Sumber: ANTARA/Boyke Ledy Watra

"Saya menyampaikan ucapan selamat dan bangga atas terpilihnya Yang Mulia Sunarto sebagai Ketua MA periode 2024-2029 menggantikan M. Syarifuddin. Saya ucapkan selamat bekerja untuk kemajuan lembaga MA," ucap Ketua KY Amzulian Rifai dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/10).

Sementara itu, anggota sekaligus juru bicara KY Mukti Fajar Nur Dewata berharap ketua MA terpilih dapat meningkatkan sinergi antara MA dan KY dalam mewujudkan peradilan yang bersih, kredibel, dan mendapatkan kepercayaan publik.

"Sebagai mitra utama MA, KY berharap semoga Yang Mulia Prof. Sunarto dapat mengemban amanah dengan baik," ucap Mukti.

Kepercayaan Publik

Sunarto terpilih menjadi Ketua MA menggantikan M. Syarifuddin berdasarkan hasil pemungutan suara dalam Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua MA di Gedung MA, Jakarta, Rabu (16/10).

Dia menang telak dengan mendulang total 30 suara. Sunarto mengungguli tiga hakim agung lainnya yang mencalonkan diri, yakni Haswandi yang memperoleh empat suara, Soesilo (satu suara), dan Yulius (tujuh suara).

Pada pidato perdananya usai ditetapkan sebagai ketua MA terpilih, Sunarto menyoroti pentingnya kepercayaan publik dan mengimbau setiap pimpinan di lingkungan MA untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat.

"Karena bagaimanapun juga, sebaik apa pun putusan yang kita berikan, tanpa dibarengi kepercayaan dari pencari keadilan, akan sia-sia putusan kita," tuturnya.

Sunarto juga menekankan pentingnya sistem merit dan kesejahteraan hakim. Ia berkomitmen untuk terus melaksanakan promosi dan mutasi yang berbasis meritokrasi secara konsisten.

"Promosi dan mutasi yang berbasis sistem merit akan terus kita laksanakan secara konsisten. Selain itu, juga pola rekrutmen yang transparan dan akuntabel untuk setiap pimpinan di semua lingkungan di peradilan," katanya.

Di sisi lain, Sunarto mengatakan pelayanan yang telah diberikan dengan optimal oleh insan peradilan selama ini tidak dibarengi dengan kesejahteraan yang memadai.

Oleh sebab itu, ia meyakini perlu peningkatan pagu dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan anggaran yang mandiri.

"Dengan anggaran yang mencukupi, bisa meningkatkan kesejahteraan para hakim dan aparatur kita," tambahnya.

Sunarto juga mengatakan bahwa independensi hakim agung dalam proses pemilihan ketua MA tidak terpengaruh dengan isu yang beredar, termasuk isu adanya intervensi dari penguasa maupun pengusaha.

"Bahwa memang kemarin ada isu, isu saya katakan sekali lagi, isu itu mungkin informasi-informasi yang untuk meramaikan saja. Nyatanya, independensi hakim agung tidak tidak terpengaruh dengan isu-isu itu. Ada penguasa, ada pengusaha, nyatanya tidak," ucap Sunarto.

Sunarto mengaku, tidak ada intervensi dari pihak mana pun selama ia menjadi kandidat ketua MA. "Menurut saya tidak ada penguasa yang intervensi dan tidak ada pengusaha yang menghubungi saya. Memang isu-isu 'kan berarti terbantahkan dengan sendirinya," kata dia.

Sunarto mengatakan bahwa pemilihan tampuk kepemimpinan MA berjalan dengan demokratis. Menurut Sunarto, karakter demokrasi dalam pemilihan ketua maupun wakil ketua MA tidak mengenal kampanye hitam (black campaign).

"Demokrasi yang kita laksanakan ketika kita memilih pimpinan MA, apakah MA ataupun wakil ketua MA, itu sepi dari baliho, sepi dari banner, sepi dari spanduk, dan sepi dari caci dan maki. Itulah karakteristik demokrasi yang dibangun para senior kita selama MA ini berdiri," kata dia. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.