Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Siap Berdialog dengan Asean soal Laut Tiongkok Selatan

📅 Jumat, 11 Okt 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Siap Berdialog dengan Asean soal Laut Tiongkok Selatan Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Tiongkok pada Kamis (10/10/2024).

Beijing - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengungkapkan negaranya siap berdialog dengan negara-negara anggota Asean untuk mencari solusi terkait Laut Tiongkok Selatan.

"Tiongkok tetap berkomitmen untuk menyelesaikan perbedaan maritim dengan negara-negara terkait melalui dialog dan konsultasi atas dasar menghormati fakta sejarah dan hukum internasional," kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.

Tiongkok mengatakan hal itu guna menanggapi pernyataan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. yang mendesak para pemimpin negara anggota Asean untuk tidak menutup mata terhadap perkembangan di Laut Tiongkok Selatan.

"Kami menyerukan kepada semua negara anggota Asean untuk tidak menutup mata terhadap tindakan agresif, koersif, dan ilegal dari kekuatan eksternal terhadap negara anggota Asean, kata Presiden MarcosJr dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Vientiane, Laos pada Rabu (9/10).

Ia juga menambahkan, "Keheningan dalam menghadapi pelanggaran ini mengurangi Asean".

Tiongkok, kata Mao Ning, akan terus bekerja sama dengan negara-negara Asean secara penuh dan efektif agar dapat mengimplementasikan Deklarasi Perilaku Para Pihak (DOC) di Laut Tiongkok Selatan dan secara aktif memajukan konsultasi kode etik (code of conduct) di Laut Cina Selatan.

"Dengan upaya bersama Tiongkok dan negara-negara Asean, situasi di Laut Tiongkok Selatan umumnya stabil. Tiongkok dengan tegas menentang setiap kegiatan pelanggaran dan provokasi, dan dengan tegas menjaga kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritimnya sendiri," ungkap Mao Ning.

"Sehingga bersama-sama menjadikan Laut Tiongkok Selatan sebagai perairan yang penuh perdamaian, persahabatan, dan kerja sama," tambah Mao Ning.

Mao Ning mengungkapkan kebebasan navigasi di Laut Tiongkok Selatan tidak pernah menjadi masalah.

"Kami berharap negara terkait akan dengan sungguh-sungguh menghormati upaya negara-negara di kawasan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," ungkap Mao Ning.

Sebelumnya pada Agustus 2024, kapal penjaga pantai Tiongkok dan Filipina terlibat setidaknya tiga insiden di Laut Tiongkok Selatan termasuk di sekitar Sabina Shoal yang masuk dalam Kepulauan Spratly.

Pemerintah Tiongkok mengeklaim memiliki hak kedaulatan dan yurisdiksi atas kepulauan yang disebut "Nanhai Zhudao" di Laut Tiongkok Selatan yaitu terdiri dari Dongsha Qundao, Xisha Qundao, Zhongsha Qundao dan Nansha Qundao dan perairan di sekitarnya.

Secara khusus Tiongkok dan Filipina kerap terlibat dalam konflik terbuka di pulau karang yang disebut Tiongkok dengan nama "Ren'ai Jiao", sedangkan oleh Filipina sebagai "Beting Ayungin" merupakan bagian dari Kepulauan Spratly yang disengketakan kedua negara, selain juga beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Filipina menempatkan kapal perang BRP Sierra Madre sebagai "markas terapung" bagi penjaga pantai Filipina di terumbu karang tersebut sejak 1999.

Langkah yang telah dilakukan Asean dan Tiongkok dalam menyelesaikan sengketa Laut Tiongkok Selatan adalah penandatangan Deklarasi Perilaku Para Pihak (Declaration of Conduct/DoC) pada 2002. DoC merupakan perjanjian tidak mengikat yang menguraikan prinsip-prinsip penyelesaian sengketa secara damai di perairan tersebut.

DoC meminta para pihak untuk menahan diri dari aktivitas-aktivitas yang dapat mengancam atau mengerahkan pasukan, menyelesaikan perselisihan secara damai melalui dialog dan konsultasi, dan menghormati kebebasan berlayar dan terbang.

Hingga saat ini, Asean dan Tiongkok masih berusaha untuk merumuskan Kode Pedoman Perilaku (Code of Conduct atau CoC) yang mengikat secara hukum guna menghindari konflik antarnegara yang saling bersengketa di wilayah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.