Perkuat Kolaborasi, Tiongkok Harap KTT Asean Bangun Stabilitas di Tengah Ketidakpastian

Rabu, 09 Okt 2024, 00:43 WIB

Beijing - Tiongkok berharap Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean diikuti dengan KTT Asean Plus Three, East Asian Summit dan pertemuan lainnya di Vientiane, Laos dapat menghasilkan kestabilan di tengah gejolak ketidakstabilan di kawasan.

"Tiongkok mendukung tema pertemuan para pemimpin Asia Timur dalam KTT Asean 2024 'Asean: Meningkatkan Konektivitas dan Ketahanan', Tiongkok akan bekerja sama dengan Asean dan negara-negara di kawasan untuk membangun konsensus untuk menghargai perdamaian dan stabilitas yang sudah diperoleh dengan susah payah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Tiongkok pada Selasa.

KTT Ke-44 dan Ke-45 Asean yang juga akan diikuti dengan KTT Asean Plus Three, KTT Asia Timur maupun pertemuan para pemimpin Asean dengan tujuh mitra dialog yakni Australia, Tiongkok, Jepang, India, Korea, Amerika Serikat dan Kanada akan dilangsungkan pada 9-11 Oktober 2024 di Vientiane, Laos.

Rencananya KTT tersebut akan dihadiri 17 kepala negara/pemerintahan serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asean dan Sekjen PBB. Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Qiang juga akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi tersebut.

"Dunia telah memasuki periode baru yang penuh turbulensi dan transformasi. Secara umum, kawasan Asia Timur mempertahankan momentum perdamaian dan pembangunan yang baik, tetapi ketidakstabilan, ketidakpastian dan faktor-faktor yang tidak dapat diramalkan terus meningkat," ungkap Mao Ning.

Tiongkok, kata Mao Ning, ingin agar kawasan dapat punya cita-cita untuk pembangunan bersama dan sama-sama merasa punya kepentingan untuk menanggapi tantangan tersebut melalui solidaritas dan kerja sama.

"Kami mendukung Laos sebagai ketua bergilir Asean dan mendukung komunitas Asean untuk mencapai kemajuan. Chinna akan bekerja sama dengan negara-negara di kawasan untuk memperdalam rasa saling percaya, memperkuat kerja sama, dan menyuntikkan dorongan baru bagi perdamaian, stabilitas, pembangunan, dan kemakmuran kawasan dan dunia," tambah Mao Ning.

Mao Ning pun menyampaikan empat gagasan yang akan disampaikan PM Li Qiang dalam KTT Asean.

"Pertama, kita perlu bersama-sama mempromosikan integrasi ekonomi regional, meningkatkan liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi, membangun konektivitas tingkat tinggi dan meningkatkan pembangunan terpadu rantai industri dan pasokan di kawasan," jelas Mao Ning.

Gagasan kedua, Tiongkok dan negara-negara Asean perlu bersama-sama menumbuhkan pendorong baru untuk pembangunan regional, memanfaatkan peluang industri yang sedang berkembang, dan memacu kerja sama saling menguntungkan di berbagai bidang seperti ekonomi digital, pembangunan hijau, inovasi riset dan teknologi maupun kecerdasan buatan.

"Ketiga, kita perlu bersama-sama mempromosikan pertukaran antarmasyarakat dan budaya, meningkatkan kerja sama praktis di berbagai bidang seperti pariwisata, budaya, kepemudaan dan media, serta mendorong dialog dan diskusi antarperadaban," ungkap Mao Ning.

Gasasan keempat adalah Tiongkok mengusulkan agar Asean bersama-sama menegakkan tatanan regional, mengonsolidasikan arsitektur kerja sama regional yang berpusat pada Asean, terbuka dan inklusif.

"Mempraktikkan multilateralisme sejati, menolak konfrontasi blok, dan menjadikan kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur sebagai platform kerja sama yang saling menguntungkan," tambah Mao Ning.

Dalam KTT Asean, direncanakan sejumlah sekton yang menjadi fokus pembahasan, antara lain adalah integrasi ekonomi, mewujudkan masa depan yang inklusif dan berkelanjutan, transformasi digital, peran budaya dan seni Asean bagi inklusi dan keberlanjutan, rencana strategis bagi visi masyarakat Asean 2045, sentralitas Asean, ketahanan perubahan iklim, peran perempuan dan anak dalam transformasi Asean, serta ketahanan di bidang kesehatan.

Pada upacara penutupan KTT Asean ke-44 dan ke-45 serta KTT terkait lainnya, Laos sebagai Ketua Asean tahun 2024 akan menyerahkan Keketuaan kepada Malaysia sebagai Ketua Asean tahun 2025.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.