Kim Jong-un Ingin Korut Segera jadi Negara Adikuasa Nuklir

Rabu, 09 Okt 2024, 02:59 WIB

SEOUL - Pemimpin Kim Jong-un mengatakan bahwa Korea Utara (Korut) akan mempercepat langkah menuju menjadi negara adikuasa militer dengan senjata nuklir dan tidak akan mengesampingkan kemungkinan menggunakannya jika musuh menyerangnya, lapor kantor berita KCNA pada Selasa (8/10).

Dalam pernyataannya, Kim Jong-un juga menyebut nama Presiden Korea Selatan (Korsel), Yoon Suk-yeol, untuk kedua kalinya dalam sepekan saat mengecam Seoul karena berkolusi dengan Amerikan Serikat (AS) untuk mengganggu stabilitas kawasan guna menutupi fakta bahwa Korsel tidak memiliki senjata strategis yang memadai.

Ket. Foto: Penegasan Kim Jong-un l ­Pemimpin Korut, Kim Jong-un, saat mengunjungi Universitas Pertahanan Nasional Kim Jong-un di Pyongyang pada Senin (7/10). Saat berpidato di universitas itu, Kim Jong-un menegaskan bahwa Korut akan mempercepat langkah menuju menjadi negara adikuasa militer dengan senjata nuklir. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

"Yoon Suk-yeol melontarkan komentar tak pantas dan vulgar tentang berakhirnya Korut dalam pidatonya, dan itu menunjukkan dia benar-benar termakan oleh keyakinan butanya terhadap kekuatan tuannya (AS)," ucap Kim Jong-un seperti dilansir KCNA, merujuk pada aliansi Korsel dengan AS.

"Sejujurnya, kami sama sekali tidak berniat menyerang Korsel," kata Kim Jong-un dalam pidato di Universitas Pertahanan Nasional Kim Jong-un, tempat pelatihan bagi para spesialis militer elite di Pyongyang pada Senin (7/10). "Setiap kali saya menyatakan posisi kami tentang penggunaan kekuatan militer, saya dengan jelas dan konsisten menggunakan kualifikasi 'jika'. Jika musuh mencoba menggunakan kekerasan terhadap negara kita, militer Korut akan menggunakan semua kekuatan ofensif tanpa ragu-ragu dan tidak akan menghalangi penggunaan senjata nuklir. Langkah kita menuju menjadi negara adikuasa militer dan kekuatan nuklir akan semakin cepat," tegas pemimpin Korut itu.

Korut diketahui telah puluhan tahun menjalankan program senjata nuklir dan diyakini memiliki cukup bahan fisil untuk membuat puluhan senjata. Pyongyang juga telah melakukan enam uji coba peledakan nuklir bawah tanah.

Pekan lalu Korsel memperingati hari angkatan bersenjata dengan menggelar parade militer akbar yang memamerkan misil balistik yang mampu membawa hulu ledak besar dan menampilkan pesawat bomber strategis AS.

Dalam pidatonya pada hari itu, Presiden Yoon memperingatkan Korut agar tidak menggunakan senjata nuklir. "Hari itu akan menjadi akhir rezim Korut," ucap Presiden Yoon.

KCNA kmengatakan bahwa Kim menyampaikan pernyataan tersebut saat Majelis Rakyat Tertinggi Korut akan bersidang untuk membahas amandemen Konstitusi negara tersebut. Sidang ini diawasi secara ketat karena kemungkinan besar akan menyetujui amandemen konstitusi untuk mencerminkan pernyataan Kim Jong-un bahwa penyatuan tidak mungkin lagi dan Korsel adalah negara yang terpisah dan musuh utama.

Laporan "38 North"

Sementara itu media khusus Korut di AS, 38 North, melaporkan hasil analisa foto satelit yang diambil oleh Planet Labs pada 4 Oktober lalu bahwa Lapangan Udara Uiju di Provinsi Pyongan Utara yang tadinya yang digunakan sebagai fasilitas pemeriksaan kargo setelah pandemi Covid-19, dilaporkan kembali digunakan sebagai fasilitas militer.

"Di fasilitas tersebut terdeteksi ada 30 unit pesawat bomber jarak menengah IL-28," lapor 38 North seperti dilansir kantor berita KBS, Selasa.

Pada awal tahun 2021 lalu, Korut memindahkan pesawat bomber dari Uiju ke Bandara Jangjin atau Bandara Seondeok dan memanfaatkan Uiju sebagai gudang besar yang mengkarantinakan kargo dari Tiongkok.

Hasil analisa 38 North mengungkapkan bahwa jumlah kargo yang disimpan berkurang mulai awal tahun ini dan sudah tidak lagi teramati pada Agustus lalu.

Berdasarkan foto satelit tanggal 22 September lalu, garis jalan pacu bandara kembali diperjelas, yang menunjukkan normalisasi kembali pengoperasian Bandara Uiju.

Diantara 30 unit pesawat bomber, lima unit pesawat tampak berjejer di zona pemeriksaan pesawat, 16 unit di zona ke arah timur laut, sementara sembilan unit lainnya telah berada di lapangan selama pandemi Covid-19 karena kondisinya yang sudah usang dan tak layak untuk diterbangkan.ST/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.