Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, BRIN Kembangkan Varietas Jagung Tahan Hama dan Perubahan Iklim

📅 Selasa, 08 Okt 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, BRIN Kembangkan Varietas Jagung Tahan Hama dan Perubahan Iklim Doc: ANTARA/Rizal Hanafi
Ket. Ilustrasi - Petani memanen jagung hibrida bioteknologi NK Pendekar Sakti di Desa Banyubang, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (27/2/2024). Jagung bioteknologi ini tahan terhadap hama ulat penggerek batang dan dapat meningkatkan hasil panen hingga 7-8 ton per hektare.

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan swasta dan universitas, tengah mengembangkan varietas jagung yang mampu beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan dan perubahan iklim, serta tahan terhadap hama penyakit.

Peneliti Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN I Gusti Komang Dana Arsana melalui keterangan di Jakarta, Senin mengatakan saat ini telah ditemukan sekitar 10 jenis varietas sumber jagung hibrida baru. Selanjutnya, dilakukan uji potensi hasil varietas tersebut di beberapa kabupaten di Indonesia salah satunya di Provinsi Bali.

"Uji coba di Bali dilakukan di tiga lokasi berbeda, pertama Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Udayana (UNUD) dengan ketinggian ±10 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kedua di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan dengan ketinggian ±300 mdpl dan diperkirakan akan panen sebulan lagi. Terakhir di Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dengan ketinggian ±1.000 mdpl," paparnya.

Dana menjelaskan, jagung hibrida merupakan jenis jagung yang dihasilkan dari persilangan antara dua atau lebih varietas jagung yang berbeda. Tujuan dari pengembangan jagung hibrida untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu, seperti hasil panen, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta adaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Ia melanjutkan jenis jagung ini memiliki keunggulan dapat dipanen muda seperti jagung sayur, jagung rebus dan jagung bakar, maupun di saat sudah tua yakni pipilan kering.

"Untuk panen saat ini dari satu hektare lahan bisa menghasilkan tidak kurang dari 10 ton jagung pipilan kering. Selanjutnya, hasil panen akan dilakukan pemilihan dan verifikasi kembali untuk menemukan yang terbaik dari yang terbaik. Kebetulan selama pertanaman ini tidak ada hama penyakit yang menyerang," ungkapnya.

Sementara, periset perakitan varietas jagung hibrida yang juga berasal dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Roy Efendi menyampaikan, dirinya sedang menguji beberapa varietas jagung di 10 lokasi, termasuk yang ada di Bali.

"Pengujian di Bali menggunakan 8 jenis hibrida, bertujuan untuk melepas jagung hibrida yang toleran tahan penyakit bulai, dan adaptif di dataran tinggi maupunlahan kering," ujarnya.

Roy juga menambahkan, beberapa calon varietas yang terdeteksi dengan baik terutama tongkol besar, dan perbandingan antara berat bersih biji jagung, dengan berat biji jagung yang masih bersama dengan bonggolnya (rendemen) yang tinggi.

"Tongkol besar dan rendemen tinggi ada dua kandidat, tujuannya ini untuk jagung pakan sehingga kita bisa mem-bufferuntuk varietas-varietas nasional. Mudah-mudahan dapat bersaing dengan varietas multinasional yang ada di Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan????adasalah satu calon varietas terbaik dan semoga bisa menjadi varietas unggul BRIN dan segera dapat dikembangkan di seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.