Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres Ma'ruf Sebut Indonesia Paling Progresif dalam Pencapaian Target SDGs

📅 Senin, 07 Okt 2024, 13:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Ma'ruf Sebut Indonesia Paling Progresif dalam Pencapaian Target SDGs Doc: ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Ket. Tangkapan layar - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan arahan pada pembukaan Konferensi Tahunan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Ke-7 Tahun 2024 di Jakarta, Senin (7/10/2024).

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin mengatakan Indonesia menjadi negara paling progresif dalam pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan capaian sebesar 62,5 persen.

"Jauh lebih baik dari rata-rata capaian global yang masih sebesar 17 persen. Ini adalah wujud komitmen Indonesia dalam pelaksanaan SDGs," ucap Wapres dalam arahannya pada pembukaan Konferensi Tahunan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Ke-7 Tahun 2024 di Jakarta, Senin (7/10).

Wapres menilai capaian yang tinggi di Asia tersebut membawa tanggung jawab besar, tidak hanya menjadi teladan tetapi juga untuk memfasilitasi kolaborasi dan inovasi yang lebih luas di seluruh Asia.

"Kita patut berbangga atas kemajuan pembangunan berkelanjutan Indonesia meski sempat dihadapkan pada tantangan pandemi," ujarnya.

Menurut Wapres, kemajuan dari SDGs itu termasuk penurunan tingkat kemiskinan ekstrem dan prevalensi stunting pada balita yang mencerminkan komitmen menjaga kesejahteraan sosial dan kesehatan.

Selain itu, lanjut dia, untuk mempertahankan dan mempercepat kemajuan tersebut, pendidikan dan pengembangan keterampilan menjadi elemen penting dalam menghadapi dinamika perubahan global ke depan.

Ia pun menekankan bahwa pendidikan berkualitas yang inklusif dan relevan adalah pondasi penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan industri 4.0 serta persiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi.

"Saat ini, kita juga sudah mulai menerapkan ekonomi hijau dengan membangun industri hijau dan menciptakan lapangan kerja hijau," ungkap Wapres.

Upaya itu merupakan dukungan Indonesia terhadap percepatan penurunan emisi karbon global yang merupakan bagian dari capaian SDGs.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pemerintah juga terus mendorong investasi di sektor-sektor berkelanjutan agar menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selain itu, pertumbuhan inklusif juga didukung dengan pengembangan ekonomi syariah dan ekonomi digital yang memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

"Saya mengapresiasi Kepala Bappenas atas komitmennya dalam mengoordinasikan perencanaan ekonomi syariah dan menguatkannya melalui transformasi KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) menjadi Badan Pengembangan Ekonomi Syariah," tutur Wapres.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.