• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Berasal dari Spiritualita...

Berasal dari Spiritualitas Buddha

Senin, 07 Okt 2024, 06:25 WIB

Asal usul angka nol berakar pada konsep filosofis Asia selatan dan tenggara kuno meski tidak begitu jelas sejarahnya. Konsep ini kemudian dibawa ke Eropa Bbarat melalui pertukaran budaya, penemuan ilmiah, dan kemajuan teknologi.

Di India dalam bahasa Hindi konsep nol disebut shunya yang merupakan akar yang dalam pada tradisi filosofis dan agama India kuno. Sedangkan shunyata yang sering diterjemahkan sebagai kekosongan atau hampa, memiliki kepentingan yang signifikan dalam agama Buddha.

Ket. Foto: — Sumber: afp/ MANAN VATSYAYANA

Filsuf terkenal Nagarjuna yang hidup sekitar abad ke-2 masehi, mendasarkan ajaran Buddha Mahayana pada prinsip kekosongan atau ketiadaaan yang menekankan keberadaan fenomena yang saling bergantung. Pemahaman filosofis tentang kekosongan atau kehampaan ini meletakkan dasar bagi penerapan angka nol secara matematis.

Pada abad ke-6 masehi, matematikawan terkemuka India seperti Aryabhata dan Brahmagupta mulai menggunakan angka nol sebagai penanda dalam perhitungan mereka. Hingga saat ini, upaya arkeologi telah mengungkap dua artefak penting di India yang menunjukkan penggunaan awal angka nol.

Batu yang lebih kuno dari keduanya adalah batu yang dikenal sebagai K-127, yang berasal dari tahun 683 Masehi. Ditemukan di kompleks candi Hindu Sambor di dekat Sungai Mekong, Kamboja, batu ini menampilkan angka nol yang digambarkan sebagai titik diantara angka-angka lainnya.

Selanjutnya adalah angka nol Gwalior yang ditemukan tertulis di Kuil Chaturbhuj di Gwalior, India. Artefak ini, yang berasal dari tahun 876 M, menunjukkan penggunaan angka nol dengan cara yang mirip dengan penggunaan modern, khususnya untuk mendokumentasikan hibah tanah.

Penyebaran konsep nol dari India ke Eropa dipercepat oleh penerjemahan latin dari karya penting al-Khwarizmi, Algoritmo de Numero Indorum pada abad ke-12. Penerjemahan ini berfungsi sebagai penghubung penting, yang menghubungkan warisan matematika India kuno dengan dunia Arab dan selanjutnya dengan Eropa. Ini menjadi dasar bagi adopsi konsep nol yang lebih luas, yang juga difasilitasi oleh para pedagang Arab.

Selanjutnya dalam perjalanan sejarah terdapat nama Fibonacci, yang juga dikenal sebagai Leonardo dari Pisa, yang membawa simbol '0' dan sistem desimal Hindu-Arab milik Al-Khawarizmi, yang lalu membawanya ke Eropa. Fibonacci mempelajari tentang '0' dan matematika desimal dari para pedagang Arab yang ditemuinya saat menemani ayahnya dalam perjalanan dagang di Tunisia.

Ia segera menyadari keunggulan sistem desimal dibandingkan dengan angka Romawi yang digunakan sebelumnya. Jenis matematika baru ini menyebar ke seluruh Eropa melalui bukunya, Liber Abaci (Kitab Perhitungan) yang diterbitkan pada tahun 1202.

Perjalanan angka nol merupakan bukti kekuatan pertukaran lintas budaya, keingintahuan manusia, dan inovasi teknologi. Dari asal usul filosofisnya di India kuno hingga kematangan matematisnya di dunia Arab, dan akhirnya hingga adopsi globalnya. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.