Saran Pejabat BI yang Dorong Masyarakat Konsumtif Dinilai Keliru

Rabu, 02 Okt 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Deflasi yang berturut-turut lima bulan terakhir jangan dijadikan alasan pembenaran petinggi Bank Indonesia (BI) untuk meminta masyarakat lebih konsumtif. Bank sentral seharusnya tidak menyampaikan advise yang keliru dengan mengajak masyarakat untuk melakukan kegiatan yang konsumtif, bukan produktif.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan yang tepat adalah mengajak masyarakat agar lebih produktif, bukan konsumtif. "Kalau lebih didorong untuk kegiatan produktif maka akan bisa menciptakan lapangan kerja dan bisa menaikkan pendapatan masyarakat," tegas Esther. Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi memang adalah konsumsi masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Namun, perlu ada catatan bila demi menjaga pertumbuhan ekonomi lantas masyarakat diminta untuk lebih konsumtif, ini advise yang buruk," kata Aloysius. Melambatnya konsumsi masyarakat tidaklah semata- mata karena masyarakat malas belanja atau menahan konsumsinya.

Hal itu mungkin karena daya belinya memang bermasalah, anjlok, sehingga tidak realistis untuk mendorong kenaikan belanja masyarakat tanpa upaya meningkatkan daya belinya. "Duit gak ada kok diminta belanja," tandas Aloysius. Dalam jangka panjang, terlebih demi memperkuat daya tahan ekonomi nasional, seharusnya yang didorong adalah aktivitas produktif, seperti memulihkan industri nasional.

Tumbuhnya aktivitas seperti itulah yang lebih mampu memulihkan daya beli masyarakat secara keseluruhan, melalui penciptaan lapangan kerja dan penghasilan. "Dengan kata lain, yang perlu lebih didorong secara serius untuk lebih banyak belanja harusnya bukan masyarakat konsumen, tetapi para pemilik kapital dalam bentuk belanja yang produktif," kata Aloysius.

Gejolak Global

Sebelumnya, Manajer Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Farisan Aufar, meyakini perekonomian tetap menunjukkan ketahanan meski sedang terjadi gejolak secara global. Dia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih 5,08 persen pada semester I tahun ini.

Farisan pun optimistis pertumbuhan ekonomi akan tetap bisa mencapai di atas 5 persen hingga akhir tahun ini, terutama didukung inflasi yang tetap terjaga stabil. Dia menjelaskan bahwa BI akan menjaga inflasi dengan terus melakukan operasi moneter.

Farisan juga mengatakan kalau masyarakat juga bisa turut membantu agar target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen bisa tercapai. Salah satu caranya dengan banyak belanja. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia itu di-drive konsumsi rumah tangga. Jadi, kami harap teman-teman lebih banyak spending (belanja) karena spending is helping (belanja membantu) di ekonomi," kata Farisan seperti yang ditayangkan kanal YouTube BI.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.