Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemahaman Ideologi Pancasila Harus Ditanamkan Sejak Usia Dini

📅 Rabu, 02 Okt 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemahaman Ideologi Pancasila Harus Ditanamkan Sejak Usia Dini Doc: ANTARA/Dok/Aditya Rohman
Ket. Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman.

Sukabumi - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengatakan pemahaman tentang Ideologi Pancasila harus ditanamkan sejak usia dini melalui berbagai edukasi, pengenalan dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.

"Ideologi Pancasila harus ditanamkan sejak anak usia dini untuk membentuk karakter anak agar tidak mudah terkontaminasi oleh paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa, khususnya paham radikalisme," katanya usai menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Sukabumi di Alun-Alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa.

Menurut Ade, semakin majunya teknologi komunikasi dan media sosial tidak selalu berdampak positif, tetapi bisa berdampak negatif terhadap ideologi bangsa.

Apalagi saat ini hanya dengan menggunakan telepon pintar atau smartphone, siapapun bisa mengakses berbagai informasi dari berbagai belahan penjuru dunia. Sehingga di satu sisi dengan semakin mudahnya mendapatkan akses informasi berdampak positif terhadap pengetahuan.

Akan tetapi, kemajuan teknologi ini kerap dimanfaatkan oleh oknum untuk menyebarkan paham atau ideologi sesat bahkan radikal baik melalui tayangan video, foto, bacaan dan lain sebagainya yang berseliweran di berbagai media sosial serta situs web.

Maka dari itu, Ideologi Pancasila harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, harus diperkuat edukasi tentang Pancasila di masyarakat khususnya bagi generasi penerus bangsa.

Momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan penguat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme bagi masyarakat khususnya generasi penerus bangsa.

"Kita harus merasa bangga dan dijadikan sebagai momentum untuk tetap menjaga persatuan, terutama makna dari Pancasila itu sendiri mulai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan serta keadilan. Makna-makna itu yang harus tertanam sejak dini dan menjadi benteng agar tidak terpengaruh paham-paham atau ideologi yang sesat yang bisa merusak persatuan dan kesatuan," katanya.

Ade mengatakan penguatan tentang pemahaman ideologi pancasila untuk terus diperkuat kepada masyarakat khususnya bagi generasi penerus bangsa. Pancasila merupakan ideologi bangsa yang sakti dan tidak bisa tergantikan, meskipun sejarah mencatat banyak yang mencoba Ideologi Pancasila dengan ideologi lain, tetapi tetap tidak bisa tergantikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.