Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Ajak Remaja Selektif Terima Informasi Seksualitas dan Reproduksi

📅 Rabu, 02 Okt 2024, 22:15 WIB | Oleh:
BRIN Ajak Remaja Selektif Terima Informasi Seksualitas dan Reproduksi Doc: antara

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajak remaja untuk selektif ketika menerima informasi tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi, mengingat saat ini penyebaran informasi sangat bebas dan terbuka dengan hadirnya media sosial.

Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN Nawawi menjelaskan bahwa pada era globalisasi setiap individu, terutama remaja, sangat mudah untuk mengakses berbagai macam informasi melalui media sosial. Menurutnya hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk memilih informasi yang bermanfaat, khususnya terkait kesehatan reproduksi.

"Pendidikan seksualitas dan reproduksi yang tepat berbasis pengetahuan, disesuaikan nilai budaya lokal, sangat perlu untuk membuat keputusan yang bijak terkait kehidupan seksual," kata Nawawi dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu.

Ia menilai, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembahasan kesehatan reproduksi kepada remaja di Indonesia seperti faktor budaya, agama, dan sosial ekonomi dalam membahas kesehatan reproduksi. Menurutnya, itu menjadi tantangan tersendiri dalam mengenalkan kontrasepsi kepada remaja di Indonesia.

Selain itu, meningkatnya akses terhadap media sosial saat ini juga menjadi tantangan karena sulit untuk mengontrol penyebaran informasi karena aksesnya terbuka dengan bebas. Hal ini juga berimplikasi pada berbagai hal, termasuk menjaga perilaku yang bertanggung jawab dari remaja terkait pemahaman kontrasepsi dan juga seksualitas.

Peneliti BRIN Andhika Ajie Baskoro mengatakan internet mempengaruhi peningkatan risiko hubungan seks pranikah di kalangan remaja. Menurutnya, konten yang diakses para remaja di internet mempengaruhi tingkat risiko mereka terlibat dalam perilaku seksual berisiko.

"Studi menunjukkan, keterpaparan terhadap konten pornografi menjadi faktor penentu yang berasosiasi pada peningkatan risiko perilaku seksual berisiko pada remaja," urainya.

Ia juga memberi contoh beberapa studi di Indonesia yang menunjukkan penggunaan aplikasi kencan masih didominasi motivasi untuk mencari jodoh. Walau ada sebagian kecil yang menggunakannya untuk mencari pasangan seksual.

Andhika mengatakan, permasalahan terkait perilaku seksual pada remaja adalah permasalahan serius dan dapat berdampak pada kondisi kependudukan. Oleh karena itu, pendidikan seksualitas dibutuhkan sebagai upaya pembekalan remaja sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

"Perlu pelibatan orang tua untuk menjadi ruang aman dalam melakukan diskusi terkait isu seksualitas," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.