Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS DKI: Harga Cabai Rawit dan Merah Terendah Dalam Dua Tahun Terakhir

📅 Rabu, 02 Okt 2024, 15:59 WIB | Oleh:
BPS DKI: Harga Cabai Rawit dan Merah Terendah Dalam Dua Tahun Terakhir Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ket. Pedagang memilah cabai merah keriting yang dijual di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/9). Menurut data Badan Pangan Nasional (Bapanas) harga komoditas cabai merah kriting turun sebesar 1,69 persen menjadi Rp34.300 per kilogram dari harga sebelumnya Rp34 889 per kilogram, hal tersebut dikarenakan adanya panen raya dan stok di pasar melimpah.

Jakarta -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut harga cabai rawit dan merah di DKI Jakarta pada September berada pada level terendah dalam dua tahun terakhir

"Untuk cabai rawit ini jika dilihat dari pergerakan harganya masuk pada level harga Rp49.993 per kilogram. Ini sesungguhnya level harga cabai rawit rata-raya yang berada pada level terendah sepanjang dua tahun terakhir," kata Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nurul Hasanuddin saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Nurul merinci dalam dua tahun terakhir sejak 2022, harga cabai rawit pada September 2024 yang mengalami deflasi sebesar 27,68 persen terlihat cukup dalam karena memberi andil sebesar 0,05 persen terhadap deflasi Jakarta yang tercatat sebesar 0,1 persen secara bulanan.

Tidak hanya cabai rawit, cabai merah juga mengalami deflasi karena turunnya harga pada komoditas tersebut sebesar 16,97 persen dan memberi andil deflasi 0,04 persen terhadap deflasi Jakarta.

Berdasarkan perkembangan harganya, cabai merah pada September 2024 mencapai Rp44.014 per kg dan termasuk pada level yang terendah.

"Ini termasuk juga pada level yang terendah, bahkan terendah sepanjang dua tahun terakhir. Dan sepanjang tiga bulan terakhir, cabai merah ini selalu memberikan andil deflasi," kata Nurul.

Jika dilihat pada perkembangan inflasi tahunan (year overyear/ yoy) yakni September 2024 terhadap September 2023, cabai merah juga mengalami deflasi sebesar 23,40 persen dengan andil terbesar, yakni 0,07 persen.

Kedua komoditas ini memberi andil deflasi cukup besar karena produksi cabai rawit di wilayah sentra produksi mengalami peningkatan, begitu juga dengan cabai merah yang mengalami panen raya pada September lalu.

Adapun pada September 2024, Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,1 persen secara bulanan (month to month/ mtm) yang dipicu oleh turunnya harga BBM nonsubsidi, cabai rawit dan merah.

Namun jika dilihat secara tahunan (yoy), Jakarta mengalami inflasi sebesar 1,7 persen yang dipicu oleh naiknya harga emas perhiasan, tiket pesawat, beras, sewa rumah dan upah asisten rumah tangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.