Sinkronisasi Data Penerima Bansos Terus Dilakukan

Selasa, 01 Okt 2024, 03:03 WIB

Pemerintah terus melakukan sinkronisasi data penerima bansos karena data penerima perubahannya dinamis akibat meninggal dunia atau sudah tidak masuk kategori memperoleh bantuan.

JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan pemerintah terus melakukan sinkronisasi data penerima bantuan sosial (bansos), karena perubahan data penerima begitu dinamis di lapangan.

Ket. Foto: Ilustrasi antrian penerima bansos. — Sumber: antara

"Ya kita sekarang lagi diskusi ya, kita lagi mendalami. Meskipun APBN sudah diketok ya, tapi kita ingin memastikan lagi sasaran-sasaran kita ini. Mudah-mudahan kita bisa lebih punya gambaran lagi yang terbaru, karena data itu dinamis sekali," kata Gus Ipul ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (30/9).

Dia mengatakan pemerintah perlu menjalin kerja sama dengan kabupaten/kota mengenai dinamika yang terjadi di daerah. "Apakah mungkin (ada penerima bansos) meninggal? Atau mungkin ada yang sudah tidak masuk lagi dalam kategori memperoleh bantuan, ini kita sedang sinkronisasi kita sedang mendiskusikan," kata dia.

Kementerian Sosial juga akan bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja untuk mengetahui data jumlah korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Jadi banyak sekali yang perlu kita kerjakan beberapa waktu ke depan ini. Tapi yang jelas Kemensos terus berusaha melakukan berbagai hal lewat pusat data dan informasi yang kita miliki, untuk meng-update data kita," jelasnya.

Lebih jauh terkait potensi penyaluran bansos disalahgunakan untuk kepentingan kampanye pemilihan kepala daerah serentak 2024, Gus Ipul mengatakan bahwa bansos sudah direncanakan sebelumnya. Dia berharap tidak ada praktik penyalahgunaan tersebut.

Dia menegaskan sudah ada sanksi yang diatur sesuai ketentuan bagi oknum yang menyalahgunakan bansos.

Fasilitas Publik

Mensos juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang membahas berbagai isu terkait konsesi dan insentif bagi penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan Saifullah usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan perwakilan pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin. "Salah satu isu juga yang sedang dibahas antar-kementerian, soal konsesi dan insentif untuk penyandang disabilitas," katanya.

Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya penyediaan harga khusus untuk penggunaan kendaraan umum, serta akses ke fasilitas publik seperti rumah sakit dan toko-toko tertentu untuk pembelian kebutuhan pokok.

Mensos menjelaskan, pembahasan ini merupakan langkah awal untuk menciptakan fasilitas yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Nomo r: 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, serta Peraturan Pemerintah Nomor: 70 Tahun 2019 tentang Perencanaan, Penyelenggaraan, dan Evaluasi Terhadap Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Namun, Gus Ipul menambahkan bahwa proses ini masih memerlukan waktu yang cukup panjang sebelum implementasi kebijakan dapat direalisasikan. "Tapi semua ini masih dalam pembahasan yang cukup panjang tentang fasilitas-fasilitas yang memang diperlukan oleh penyandang disabilitas," katanya. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.