Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Ungkap Peran Musik Lenso dalam Proses Dekolonialisasi di Indonesia

📅 Minggu, 29 Sep 2024, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peneliti Ungkap Peran Musik Lenso dalam Proses Dekolonialisasi di Indonesia Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Peneliti musik lulusan Universitas Indonesia (UI) Ignatius Aditya Adhiyatmaka (kiri) dalam sebuah diskusi yang digelar di Jakarta Pusat pada Sabtu (28/9/2024).

Jakarta - Peneliti musik lulusan Universitas Indonesia (UI) Ignatius Aditya Adhiyatmaka mengungkapkan peran musik lenso, yang populer pada era kepemimpinan Presiden Pertama RI Soekarno, dalam proses dekolonialisasi di Indonesia.

Peneliti yang akrab disapa Adit itu menjelaskan, musik lenso merupakan bentuk dari upaya pemaknaan ulang musik tradisional Indonesia yang selama masa penjajahan didominasi oleh sudut pandang negara barat.

"Lenso ini sebenarnya bagaimana usaha untuk memaknai ulang, bagaimana musik Indonesia itu dilihat dari sisi yang lain. Karena saya sempat melakukan riset sebelumnya bahwa musik tradisi di Indonesia itu kebanyakan pada saat itu dilihat dari kacamata barat," kata Adit dalam sebuah diskusi yang digelar di Jakarta Pusat pada Sabtu.

Ia menjelaskan, hal itu juga didorong oleh pandangan Soekarno bahwa aspek seni hiburan di Indonesia terutama di bidang seni musik dan tari pasca kemerdekaan masih terdapat pengaruh dari negara barat ditambah dengan masuknya musik-musik dari Amerika Serikat pada saat itu.

"Bung Karno itu melihat banyak sisa-sisa semangat kebarat-baratan pada saat itu dan juga diserang lagi ya sama imperialisme dari Amerika Serikat," ujarnya.

Oleh karena itu, Soekarno menggagas musik lenso, yang asalnya merupakan pengiring tarian tradisional lenso dari Maluku, sebagai upaya untuk mengemukakan sudut pandang baru dalam memaknai musik-musik dari Indonesia. Upaya tersebut, menurutnya, bukan semata-mata untuk melarang serta memberikan label negatif terhadap musik-musik dari barat.

"Justru itu menjadi arena yang sangat menarik karena pemaknaan ulang dilakukan agar bagaimana kita melihat musik tradisi, bagaimana kita melihat tari pergaulan, bagaimana kita melihat musik Indonesia secara istilah yang umum," imbuhnya.

Diketahui, lenso digagas Presiden Pertama RI Soekarno sebagai tari dan musik alternatif yang ditawarkan kepada masyarakat saat itu dalam rangka menghadapi pengaruh tren musik dan tari-tarian dari negara-negara barat.

Upaya mempopulerkan tari dan musik lenso salah satunya diwujudkan oleh Soekarno dengan menciptakan lagu bertajuk "Bersuka Ria". Lagu tersebut dinyanyikan oleh Rita Zahara, Nien Lesmana, Titiek Puspa, dan Bing Slamet dengan iringan musik dari Orkes Irama pimpinan Jack Lesmana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.