Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor EBT Harus Prioritaskan Komponen Lokal

📅 Minggu, 29 Sep 2024, 20:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Investor EBT Harus Prioritaskan Komponen Lokal Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah harus membuat aturan agar investor energi baru dan terbarukan (EBT) lebih menggunakan komponen lokal ketimbang impor. Di lapangan, proyek Pembangkit Listrik Energi Surya (PLTS) menggunakan 100 persen komponen impor.

Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris, berharap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuat regulasi investasi dan manufaktur mengatur investor energi baru dan terbarukan (EBT) yang mengharuskan penggunaan komponen dalam negeri.

"Penggunaan komponen lokal harus dibikin semaksimal mungkin, karena ini menjadi roadmap bagi Indonesia ke depannya. Indonesia bisa mereplikasi dari rekayasa engineering yang ada," tegasnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (29/9).

Pemikiran Andi Yuliani ini berangkat dari salah satu PLTS besar di Jawa Barat, 100 persen menggunakan material impor. "Saya minta ke depannya tentu ada regulasi yang memisahkan antara TKDN Jasa dan TKDN Sistem yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar tidak lagi bergantung pada negara lain," jelasnya.

Politisi Fraksi PAN itu berharap agar ke depannya pemerintah segera memikirkan regulasi tersebut dan Indonesia bisa mereplikasi rekayasa engineering yang ada.

"Kita punya lulusan yang hebat, ini semua bisa dipelajari karena investasi bukan hanya PLTS ini saja, tetapi juga investasi itu harus meningkatkan industri-industri dalam negeri," tandasnya.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan penguasaan teknologi dan pengembangan industri teknologi energi terbarukan perlu dilakukan.

Fabby mengatakan itu menjadi catatan penting bagi pemerintahan baru nanti. "Tujuannya agar risiko ketergantungan teknologi pada pemasok asing dapat dikurangi," tegas Fabby.

Pacu Pertumbuhan

Fabby menjelaskan bahwa salah satu faktor penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen adalah dengan mengintegrasikan pembangunan rendah karbon, di mana pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi energi dan penurunan emisi gas rumah kaca dari perubahan tata guna lahan adalah kuncinya.

"Intensitas emisi karbon rendah dari penyediaan energi kita merupakan daya tarik investasi asing dan domestik, dan Indonesia butuh lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI) untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi," ucapnya.

Karena itu, bagi Fabby perlu bagi pemerintahan baru untuk mengejar bauran energi terbarukan minimal 40 persen di 2030. "Pemerintahan harus menolak upaya-upaya untuk memperpanjang ketergantungan Indonesia pada energi fossil dan menurunkan target pencapaian energi terbarukan," tegasnya

Indonesia harus mengejar ketersediaan energi yang terjangkau dan berkelanjutan. Kalau menurut Dewan Energi Nasional (DEN), Index Ketahanan Energi kita masih dalam keadaan baik, tapi juga menyimpan kerentanan. Sebanyak 87 persen energi kita dipasok oleh energi fossil.

Energi fosil adalah tradeable commodity yang memiliki volatilitas harga yang sangat tinggi. Kondisi ini mengancam ketahanan energi kita. "Untuk memperkuat ketahanan energi maka risiko kerentanan ini harus dikurangi lewat kebijakan diversifikasi dan konservasi energi. Dengan diversifikasi, pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan harus ditingkatkan," pungkas Fabby.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

54 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.