Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Capres dari Partai Republik AS, Trump Ancam Gugat Google karena Diduga Menguntungkan Harris

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 21:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Capres dari Partai Republik AS, Trump Ancam Gugat Google karena Diduga Menguntungkan Harris Doc: ANTARA/REUTERS/Hannah McKay
Ket. Arsip Foto - Logo Google di markas yang terletak di London, Inggris Raya, Jumat (18/1/2019).

Istanbul - Capres dari Partai Republik Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam menggugat Google jika ia memenangi pemilu 2024 dengan tuduhan memanipulasi hasil pencarian yang menguntungkan Wakil Presiden Kamala Harris.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social miliknya, Trump menuduh Google mengoperasikan sistem ilegal yang mengutamakan berita-berita negatif mengenai dirinya namun menyoroti berita-berita yang menguntungkan Harris.

Dia tidak mengutip undang-undang tertentu tetapi memperingatkan bahwa, jika terpilih, ia akan mendesak Departemen Kehakiman AS untuk mengadili Google atas apa yang disebutnya "campur tangan terang-terangan" dalam pemilu.

"Ini adalah AKTIVITAS ILEGAL,' kata Trump.

"Saya akan menuntut mereka diadili, dengan hukuman terberat, saat saya memenangkan pemilu dan menjadi Presiden AS!" tambahnya.

Pernyataan Trump tersebut tampaknya terkait dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Media Research Center yang konservatif, yang mengklaim bahwa algoritma pencarian Google secara tidak proporsional menguntungkan Harris dibandingkan Trump, demikian laporan USA Today yang berbasis di Washington.

Penelitian yang diliput oleh media seperti Fox News dan New York Post tersebut berfokus pada penelusuran yang dilakukan pada 6 September 2024 dengan judul "Donald Trump Presidential Race 2024."

Ditemukan bahwa bagian "Berita Utama" menampilkan tujuh artikel dari apa yang digambarkan kelompok tersebut sebagai media yang condong ke kiri, seperti New York Times dan Politico, sebelum menautkan ke situs web kampanye Trump.

Namun Google menyangkal tuduhan tersebut.

Seorang juru bicara perusahaan, yang tak ingin disebutkan namanya, menyatakan bahwa hasil pencarian mencerminkan konten yang terus berubah yang tersedia di web dan tidak dimanipulasi untuk menguntungkan kandidat mana pun.

Juru bicara itu menambahkan bahwa penelitian Media Research Center meneliti satu istilah pencarian pada satu hari tertentu, dan menemukan bahwa situs web kampanye Trump dan Harris berada di peringkat teratas hasil pencarian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.