Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB Serukan kepada Dewan Keamanan: Perdamaian Tidak Otomatis Terjadi

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB Serukan kepada Dewan Keamanan: Perdamaian Tidak Otomatis Terjadi Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (25/9/2024) menyerukan kepemimpinan yang lebih kuat untuk mengatasi konflik global.

Hamilton - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-BangsaAntonio Guterres pada Rabu (25/9) menyerukan kepemimpinan yang lebih kuat untuk mengatasi konflik global, dengan menekankan bahwa "perdamaian harus ditunjukkan melalui tindakan."

"Topik ini berakar pada sebuah kebenaran dasar: Perdamaian tidak pernah otomatis. Perdamaian menuntut tindakan. Dan perdamaian perlu kepemimpinan," kata Guterrespada Dewan Keamanan PBB soal pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.

Ia mencatatadanya pembagian geopolitik yang semakin dalam sehingga menghalangi pencapaian solusi untuk konflik-konflik paling sulit di dunia.

"Kita melihat adanya pemisahan dan ketidakpercayaan yang semakin mendalam. Makin banyak yang tidak dihukum ... pelanggaran berulang terhadap hukum internasional dan Piagam PBB," ujarnya, sambil mendesak negara-negara untuk memenuhi komitmen mereka.

Dengan merujuk pada krisis di Gaza, Ukraina, dan Sudan, Guterres menekankan bahwa warga sipil jadalahpihak yang paling parah menjadi korban, dan bahwa "legitimasi serta efektivitas PBB, dan Dewan ini, sedang terancam."

Ia mendesak para anggotaDewan Keamanan memperkuat kesatuan, karena "Dewan yang bersatu dapat membuat perbedaan besar untuk perdamaian. Dewan yang terpecah tidak dapat (melakukan itu)."

"Kepemimpinan untuk perdamaian berarti memastikan bahwa Dewan Keamanan PBB bertindak dengan cara yang bermakna untuk meredakan ketegangan global," katanya, seraya menyoroti perlunya kolaborasi di antara anggota Dewan untuk menemukan titik kesamaan.

Sambil menekankan kompleksitas konflik saat ini, Guterres menyatakan"perdamaian bisa tampak sebagai mimpi yang tidak mungkin. Namun, saya sangat percaya bahwa perdamaian adalah hal yang mungkin jika kita berpegang teguh pada sejumlah prinsip."

Ia menegaskan bahwa perdamaian di Ukraina, Gaza, dan Sudan dapat dicapai melalui kepatuhan pada hukum internasional sertakomitmen untuk menghentikan tembakan dan negosiasi.

"Perdamaian di Gaza adalah hal yang memungkinkan terwujud," tegasnya, seraya menuntut "pembebasan segera semua sandera" dan agar pihak-pihak terkait untuk mengupayakan jalur menuju solusi dua negara.

Guterres juga meminta semua negara anggota untuk memenuhi tanggung jawab mereka. "Berikan kontribusi untuk keberhasilan Dewan ini - bukan justru menggembosi."

Mirjana Spoljaric Egger, kepala Komite Internasional Palang Merah (ICRC), menekankan bahwa "dehumanisasi" adalah akar penyebab semua kekejaman dalam "perang, peristiwa mengerikan sepanjang sejarah."

Egger mengatakan ICRC menyaksikan betapa "pihak-pihak yang berperang semakin berani mengabaikan kewajiban hukum mereka."

Ia juga menyebutkan bahwa ada penggunaan "interpretasi yang terlalu permisif terhadap hukum kemanusiaan internasional untuk membenarkan pelanggaran, perusakan, dan hambatan terhadap tindakan kemanusiaan."

"Dukungan retoris Dewan terhadap hukum kemanusiaan internasional diwujudkan dalam tindakan," katanya, sambil mendesak negara-negara anggota untuk "mengangkat telepon dan meminta kepatuhan ketika sekutu Anda melanggar aturan perang, tanpa batas."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.