Nyamuk Wolbachia Segera Dilepaskan

Kamis, 26 Sep 2024, 01:30 WIB

JAKARTA - Nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia segera diluncurkan di wilayah Jakarta Barat, tanggal 4 Oktober. Peluncuran dilakukan di RW 07 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. "ini sebagai langkah inovatif dalam upaya pengendalian penyakit demam berdarah dengue atau DBD," tutur Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati, Rabu (25/9).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta akan mengundang Kemenkes dan peneliti Wolbachia dari Universitas Gadjah Mada. Mereka telah menggelar media briefing Program Implementasi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia di Jakarta, Rabu (25/9). Ani Ruspitawati menjelaskan, nyamuk ini menjadi strategi terbaru dan ramah lingkungan sebagai pelengkap program utama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus untuk mengurangi DBD.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, M.M saat dijumpai di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (25/9). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Bakteri ini menghambat infeksi virus dengue, sehingga dapat menurunkan risiko penularan penyakit tersebut. Dia akan terus melakukan sosialisasi metode wolbachia dan penerapannya. Selain itu, Ani juga mengajak masyarakat mendukung program tersebut. Caranya, dengan berpartisipasi aktif menjadi orang tua asuh (OTA).

Dinkes menitipkan ember berisi telur nyamuk berwolbachia. Mereka akan didampingi agar memahami cara-cara perkembangbiakan jentik dan memantau keberhasilannya. Ani menambahkan, monitoring dan evaluasi akan dilakukan setiap enam pekan untuk memantau keberhasilan program.

Targetnya, tahun depan program pelepasan nyamuk aedes aegypti berwolbachia dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan Jakarta Barat. Untuk melihat keberhasilan, populasi nyamuk aedes aegypti berwolbachia lebih dari 60 persen.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan, Anas Ma'ruf, menerangkan, teknologi wolbachia untuk menurunkan kasus DBD. Teknologi ini merupakan salah satu inovasi dan bagian dari strategi pengendalian DBD dalam Strategi Nasional.

"Jakarta Barat menjadi salah satu area percontohan penerapan teknologi ini. Sebab daerah ini angka kejadian DBD cukup tinggi," tandas Anas. Implementasi di Jakarta Barat belum pernah dilakukan. Sebagai implementasi awal, penerapan teknologi ini juga dilakukan di empat kota lain. Mereka adalah Kota Semarang, Kota Bontang, Kota Bandung, dan Kota Kupang. Ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1341 tentang Penyelenggaran Implementasi Wolbachia.

Di sisi lain, salah satu peneliti Wolbachia, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andoro Ahmad memaparkan, bakteri wolbachia ditemukan secara umum di sekitar 60 persen serangga di dunia.

Bakteri ada di lalat buah, kupu-kupu, lebah, dan capung. Nyamuk Aedes aegypti secara alami tidak mempunyai bakteri wolbachia. Inovasi teknologi ini dilakukan dengan memasukkan bakteri wolbachia ke dalam tubuh.

Sudah dilakukan ribuan kali percobaan mikro-injeksi ke telur nyamuk Aedes aegypti. Akhirnya berhasil dan diperoleh nyamuk Aedes aegypti mengandung bakteri wolbachia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.