Bali Dirancang Jadi Hub Dirgantara Indonesia Timur
Minggu, 22 Sep 2024, 17:55 WIBBADUNG - Kementerian PPN/Bappenas merancang Bali khususnya Bali Utara atau Buleleng sebagai hub atau pusatnya kedirgantaraan untuk wilayah Indonesia Timur.
Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan ini di sela kunjungan ke pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia yang akan mewujudukan ekosistem dirgantara di Bali Utara.
"Dengan mengembangkan ekosistem industri kedirgantaraan di Bali Utara ini salah satu cara kita membangun hub untuk Indonesia Timur," kata dia di Kabupaten Badung, Sabtu (21/9).
Selain itu dengan dilakukannya pengembangan industri kedirgantaraan di Kabupaten Buleleng, maka ketimpangan antara Bali Utara dengan Bali Selatan dapat menurun.
"Ini untuk membangun sumber perekonomian, dan mengapa kita katakan ekosistem kedirgantaraan karena kita tidak hanya berbicara mengenai pesawatnya tetapi termasuk pusat pelatihan, MRO, dan ekosistem lain yang akan dibangun," ujar Amilia.
Untuk menjadikan Bali sebagai pusat kedirgantaraan, Bappenas menggerakkan berbagai sektor yang dapat membangun ekosistemnya.
Di Bali International Airshow sendiri, Amilia tidak hanya melihat N219 namun juga beragam perjanjian kerjasama seperti antara PT Dirgantara Indonesia dengan Bali International Flight Academy (BIFA) yang akan bekerja sama untuk kegiatan pelatihan kedirgantaraan (aviation training).
Selain itu juga dengan PT Mulya Sejahtera Technology (MS Tech) untuk kerja sama pembangunan fasilitas MRO pesawat terbang, dan PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP) untuk kerja sama pembangunan fasilitas MRO engine dan propulsion.
"Nantinya dengan kita membangun ekosistem kedirgantaraan semua sektor akan bergerak dan kita bisa menciptakaan lapangan pekerjaan baru, dengan lapangan pekerjaan yang berkualitas sekligus kita bisa mendorong perkembangan pariwisata di Bali Utara," kata dia.
Selain N219, Bappenas turut mendorong pengembangan N219 amfibi di Bali, sehingga semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Era Messi Berakhir, Ini Gambaran Masa Depan Tim Nasional Argentina hingga 2036
-
Benarkah After Market Bisa Tumbuh bila Industri Kendaraan Bagus?
-
Sejumlah SPBU di Bali Dipadati Antrean Kendaraan
-
Telkom Resmi Spin-Off Bisnis Fiber ke InfraNexia Senilai Rp85,7 Triliun
-
Nasib 4 Juta Driver Ojol Terjawab, DPR Resmi Masukkan Legalitas Transportasi Online ke RUU LLAJ
-
Koneksi dan Bappenas Petakan Risiko Sosial dan Lingkungan PLTS Terapung
-
Lima Dokumen Strategis Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Ekosistem Darat dan Laut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.