Gemarikan Diyakini Bisa Tekan 'Stunting'

Sabtu, 21 Sep 2024, 01:40 WIB

JAKARTA - Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) diyakini mampu untuk menekan angka stunting anak-anak. "Gemarikan merupakan upaya mengintervensi demi percepatan penurunan stunting," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Suharini Eliawati di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat.

Eli mengatakan, Gemarikan merupakan amanat Kementerian Kesehatan yang menyebutkan bahwa salah satu protein yang benar-benar dapat melakukan percepatan penurunan stunting adalah protein hewani. Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Jakarta, kemudian mengumpulkan kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki fasilitas kolam untuk membesarkan ikan secara gratis.

Ket. Foto: Dua siswi membawa makanan dari olahan ikan, Jakarta, Jumat (20/9). — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta

Dinas KPKP mendampingi budi daya ikan tersebut. Setelah panen kelima, warga diharapkan melakukannya secara mandiri. "Diharapkan setelah panen kelima, mereka sudah bisa mandiri beli bibitnya," ujarnya.

Nantinya, ikan yang sudah dipanen diolah dan dimasak untuk dibagikan kepada anak-anak bergejala stunting yang tercatat dalam data Dinas Kesehatan maupun Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta. "Memang penanganan stunting juga tidak bisa per sektor, harus melibatkan semuanya," tegasnya.

Kegiatan Kampanye Gemarikan Tahun 2024 ditargetkan diikuti lebih dari 1.000 siswa sekolah dasar (SD) Jakarta. Prevalensi stunting Jakarta masih di bawah angka nasional, nomor dua terendah di Indonesia berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Pada tahun 2022 tercatat sebesar 14,8 persen. Sedangkan tahun lalu mencapai 17,6 persen.

Dinas Kesehatan Jakarta menempuh berbagai strategi untuk mempercepat penanganan stunting dengan intervensi spesifik dan sensitif. Intervensi spesifik dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan skrining Hemoglobin (Hb) bagi remaja putri. Sedangkan calon pengantin diberikan edukasi kesehatan dan tata laksana masalah.

Makan Gratis

Pada bagian lain, Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, memantau uji coba program makan gratis di SDN 05 Wijaya Kusuma dan SDN 07 Wijaya Kusuma, Jakarta Barat., Heru didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Budi Awaludin, Suharini Eliawati, serta Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto.

"Ada 750 boks. Menunya nasi ikan presto bandeng, sayur, telur dadar, dan jeruk. Dari hasil pantauan menu ini disukai anak-anak," jelas Heru. Dana uji coba makan gratis ini diberikan secara bergantian BUMD. Heru menyampaikan terima kasih kepada Bank DKI yang telah mengalokasikan tanggung jawab perusahaan untuk mendukung pemberian makan gratis.

Terkait gizi dari makanan tersebut, Heru menyampaikan Pemprov memiliki semua fasilitas. Contoh, ada dokter hingga penguji makanan (test food). Seluruh makanan yang diberikan telah diuji kadar gizinya. Untuk menu kemarin, Heru menyebutkan mengandung 450 kalori. Dia menilai ini sedikit bagus. Sebab ternyata setelah diamati, anak-anak tak terlalu suka, jika nasinya terlalu banyak.

Sedangkan dokter spesialis anak dari Universitas Gajah Mada dr Fitria Mahrunnisa, MSc, SpA, menyarankan orang tua membangun aturan makan untuk mengatasi anak yang suka pilah-pilih makanan. "Beberapa penelitian melaporkan hubungan kualitas pola makan anak dan pola makan ibu selama kehamilan serta menyusui," jelas Fitra.

Menurutnya, jika seorang ibu memiliki preferensi bawaan terhadap beberapa jenis makanan, misalnya manis, ini dapat memengaruhi makanan yang mereka pilih.

Jika anak sudah telanjur picky eater atau hanya mau makanan tertentu, orang tua bisa menggunakan cara responsive feeding (mengenali kapan anak lapar dan kenyang). Kemudian, mencampurkan makanan dengan kesukaan anak. Menurutnya, pilih-pilih makanan bisa menyebabkan kekurangan gizi lengkap. Risikonya kekurangan zat gizi baik makro ataupun mikro tertentu. Kondisi demikian bisa berakibat kurang gizi, bahkan stunting jika dibiarkan terlalu lama.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.