Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transisi Energi Global dari Kota Penghasil Batu Bara ke PLTS

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transisi Energi Global dari Kota Penghasil Batu Bara ke PLTS Doc: Antara/Xinhua
Ket. Ilustrasi. Area tanah tambang batu bara yang sempat rusak akibat berbagai aktivitas penambangan kini dihiasi oleh deretan panel surya yang berkilauan.

TAIYUAN - Di Kota Datong, Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, sebuah area penurunan tanah tambang batu bara yang sempat rusak akibat berbagai aktivitas penambangan kini dihiasi oleh deretan panel surya yang berkilauan. Basis fotovoltaik seluas sekitar 3.333 hektare itu telah menghasilkan lebih dari 12 miliar kilowatt-jam (kWh) energi hijau sejak 2016.

"Basis fotovoltaik ini melambangkan transisi energi negara ini. Lebih dari delapan tahun beroperasi, basis ini memvalidasi keandalan produk fotovoltaik," ujar Yin Xulong, pemimpin Yingli Solar Co., Ltd., salah satu pemasok panel surya.

Seperti dikutip dari Antara, pada Taiyuan Energy Low Carbon Development Forum yang baru-baru ini digelar di Taiyuan, ibu kota Shanxi, Francesco La Camera, direktur jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (International Renewable Energy Agency), menyoroti kontribusi signifikan Tiongkok terhadap ekspansi energi terbarukan global dalam pidatonya.

Pada 2023, Tiongkok menyumbangkan 63 persen dari total kapasitas terpasang energi terbarukan baru dunia.

Per akhir Juli tahun ini, kapasitas terpasang energi terbarukan mencapai 1,68 miliar kilowatt, yang mencakup lebih dari 54 persen dari total kapasitas listrik terpasang di negara tersebut.

Di Shanxi, proporsi kapasitas terpasang dari energi baru dan bersih meningkat dari 33,9 persen pada 2019 menjadi 47,2 persen pada paruh pertama 2024, sementara proporsi listrik yang dihasilkan dari sumber-sumber ini meningkat dari 18,1 persen menjadi 28,2 persen pada periode yang sama.

Ramah Lingkungan

Shanxi memiliki keunggulan unik dalam pengembangan sumber energi ramah lingkungan. Sebagai contoh, gas oven kokas, produk sampingan dari produksi kokas, mengandung sekitar 60 persen hidrogen, menjadikannya sebagai sumber yang hemat biaya untuk produksi hidrogen.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan baja dan kokas di provinsi ini, seperti Jinnan Steel Group, Meijin Energy, dan Pengfei Group, berlomba-lomba memasuki sektor energi hidrogen.

Per akhir tahun lalu, kapasitas Shanxi untuk memproduksi hidrogen dengan kemurnian tinggi dari gas oven kokas, gas buang kimia, dan elektrolisis mencapai 31.000 ton per tahun, dan jumlah kendaraan sel bahan bakar hidrogen yang beroperasi telah meningkat menjadi 885.

Pada Juli tahun ini, delegasi dari dua provinsi penghasil batu bara di Indonesia mengunjungi Shanxi. Di perusahaan-perusahaan energi seperti Meijin Energy, para pengunjung terkesan dengan upaya-upaya konkret Tiongkok untuk mentransformasi sektor energi tradisionalnya.

Putra Adhiguna, direktur pelaksana Energy Shift Institute, mengatakan industri-industri yang ada di Shanxi dimanfaatkan dengan baik sebagai batu loncatan untuk transformasi ramah lingkungan, dan Tiongkok melihat pergeseran ini bukan hanya sebagai tantangan, melainkan juga sebagai peluang yang signifikan.

Dalam Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) Tiongkok yang baru-baru ini digelar, berbagai objek pameran inovatif, termasuk teknologi penambangan pintar dan platform kontrol darat yang terinspirasi dari kapsul antariksa, memukau para pengunjung.

Pada Maret tahun ini, sebuah platform pintar diluncurkan untuk menyimpan data dalam jumlah besar dari 400 lebih tambang batu bara di Shanxi. Platform ini menggunakan pelatihan model besar untuk membantu perusahaan menurunkan hambatan dalam pengembangan teknologi dan mempercepat inovasi produk-produk pintar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.