Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KCIC Pastikan Whoosh Kembali Beroperasi Usai Gempa Kabupaten Bandung

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
KCIC Pastikan Whoosh Kembali Beroperasi Usai Gempa Kabupaten Bandung Doc: ANTARA/Raisan Al Farisi
Ket. arsip foto - Rangkaian Electrical Multiple Unit (EMU) KCIC 400 AF menuju Stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) usai menjalani Hot Sliding Test di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/5/2023).

Bandung - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh kembali beroperasi pasca-gempa berkekuatan 5.0 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Bandung pada pukul 09.41 WIB.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan mulai pukul 15.02 WIB perjalanan Whoosh dari Stasiun Halim Jakarta dan Tegalluar, Kabupaten Bandung kembali beroperasi setelah pemeriksaan telah dilakukan dan jalur dinyatakan dapat dilalui dengan kecepatan terbatas.

"Saat ini secara bertahap perjalanan Whoosh Sudah dapat dioperasikan dengan kecepatan terbatas yaitu maksimum 160 kilometer per jam tujuannya untuk lebih memastikan keselamatan perjalanan Whoosh usai pemeriksaan," kata Eva dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.

KCIC menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi setelah sebelumnya beberapa jadwal Whoosh sempat dihentikan sementara akibat gempa susulan yang terjadi di wilayah jalur kereta cepat Whoosh.

"Pemeriksaan ini untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang dapat mengganggu kereta cepat seperti longsoran bukit batu di kanan dan kiri trase, longsoran tanah atau dampak alam lainnya," kata dia.

Lebih lanjut, dia menerangkan untuk sementara ini perjalan kereta cepat Whoosh masih melakukan penyesuaian waktu tempuh perjalanan yakni dari Stasiun Halim menuju Padalarang menjadi 55 menit dan tiba di Tegalluar menjadi hingga 75 menit.

Adapun secara total terdapat 16 perjalanan Whoosh yang sebelumnya dibatalkan dari pukul 09.47 WIB hingga 14.32 WIB dengan rincian delapan perjalanan dari Stasiun Halim dan delapan perjalanan dari Tegalluar.

Dia memastikan masyarakat yang sudah membeli tiket dan terdampak pembatalan jadwal dapat melakukan proses pembatalan dengan bea tiket yang akan dikembalikan 100 persen.

Proses pembatalan dapat dilakukan di seluruh loket Stasiun Whoosh Halim, Padalarang, Tegalluar dan Hall KA Feeder Stasiun Bandung.

"Pembatalan dapat dilakukan hingga tiga hari setelah jadwal keberangkatan, pengguna yang tidak menunggu disarankan dapat melanjutkan perjalanannya menggunakan moda lain dan melakukan proses pembatalan di hari selanjutnya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.