Ini yang Dilakukan Pemprov Banten untuk Jaga Pasokan Cabai di Tengah Lesunya Produksi dari Petani
Kamis, 19 Sep 2024, 00:25 WIBSerang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berupaya menjaga pasokan cabai lewat kerja sama dengan daerah lain, di tengah lesu produksi komoditas tersebut dari para petani di wilayah setempat.
Penjabat Gubernur Al Muktabar di Serang, Rabu mengatakan ada upaya-upaya jangka pendek melalui kerja sama dengan sejumlah provinsi.
"Yang short term, kita kan mengadakan kerjasama dengan daerah kan, dengan Jawa Tengah, dengan Sumatera Barat, seperti selama ini terjadi. Sehingga pasukan cabai itu tetap stabil dan ada," kataMuktabar.
Dia mengatakan jumlah petani cabaidi Banten terbatas, dan hanya di beberapa wilayah tertentu. Sementara, petani lebih menyukai menanam padi.
Hal itu, lanjut dia, jauh berbeda dengan kondisi petani di Jawa Tengah, sebagai perbandingan, yang menanam cabai secara berkala.
Selain itu Al Muktabar mengatakan petani Banten lebih mengutamakan menanam padi.
"Jadi hanya di sela-selanya saja menanam cabai," katanya menambahkan.
Atas kondisi tersebut,ia meminta Dinas Pertanian setempat untuk mengintensifkan pertanian komoditas cabai hingga Kabupaten/Kota, meskipun peminatnya belum tinggi.
"Jadi nanti kita minta Kabupaten/Kota juga menekuni komoditi itu, dan itu menguntungkan bagi petani. Hanya itu tadi, kita belum peminat petaninya yang intensif gitu," ujar dia.
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diakses pada pukul 07.50 WIB, harga rata-rata nasional cabai merah keriting menjadi Rp35.720 per kg, sedangkan cabai rawit merah tembus Rp46.240 per kg.
Berita Terkait:
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Halte Transjakarta Manggarai Ditutup Mulai 6 Mei 2026 Imbas Proyek LRT Jakarta
-
Layanan SIM Keliling Minggu (03/5) Hadir di Dua Lokasi di Jakarta
-
Trump Beri Ultimatum Keras ke Iran: Segera Sepakati Nuklir atau Hadapi Konsekuensi
-
Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Santai: Indonesia Sudah Punya Pengalaman
-
Dukung Konektivitas dan Ekonomi Warga, 4 Jembatan Gantung Dibangun di Banten Tahun 2026
-
BMKG Ingatkan Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sumut hingga 19–22 April
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.