Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh Terus Bertambah, Kasus Mpox di Filipina Naik Menjadi 18 Kasus

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh Terus Bertambah, Kasus Mpox di Filipina Naik Menjadi 18 Kasus Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi - Penanganan virus cacar monyet (monkey pox/mpox) di Afrika.

Istambul - Jumlah kasus cacar monyet (monkeypox/mpox) di Filipina naik menjadi 18, kata menteri kesehatan negara itu pada Senin (16/9).

Menteri Kesehatan Teodoro Herbosa mengatakan lima dari 18 pasien yang terinfeksi "telah pulih dan keluar dari tempat isolasi."

Sebanyak 11 kasus lainnya sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Sisi bagusnya adalah, bahwa dari 18 kasus yang kami temukan, belum ada yang menularkan virus ke orang lain," kata Herbosa.

Dia juga menambahkan bahwa negara kepulauan tersebut mengalami peningkatan kasus demam berdarah sebesar 68 persen tahun ini.

Ada sekitar 208.000 kasus demam berdarah yang tercatat di negara tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 14 Agustus, setelah varian baru yang tampaknya lebih mudah menular antar manusia teridentifikasi. Namun, WHO menekankan bahwa mpox "bukan COVID baru."

Menurut WHO, wilayah Afrika saat ini mengalami peningkatan kasus. Sebanyak 14 negara terdampak.

Hampir semua kasus yang dilaporkan di Afrika terjadi di Republik Demokratik Kongo. Di negara itu, sebagian besar dari lebih 500 kematian diakibatkan olehmpox.

Infeksi mpox menyebabkan gejala mirip flu dan lesi berisi nanah, serta menyebar melalui kontak fisik dekat.

Penyakit ini juga dapat menyebar melalui benda-benda yang terinfeksi virus, seperti tempat tidur, pakaian, dan handuk.

Penyakit ini biasanya ringan, tetapi bisa juga berakibat fatal.

Vaksin, yang dianggap sebagai langkah penting dalam mencegah penyebaran, baru-baru ini tiba di Republik Demokratik Kongo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.