Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Vietnam Serukan Kerja Sama Internasional untuk Atasi Perubahan Iklim

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Vietnam Serukan Kerja Sama Internasional untuk Atasi Perubahan Iklim Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. ilustrasi Topan Yagi di Vietnam.

Jenewa - Kerja sama internasional adalah kunci untuk menangani kerusakan akibat perubahan iklim dan memastikan tidak ada yang tertinggal, kata Duta Besar Mai Phan Dung, Perwakilan Tetap Vietnam untuk PBBdan organisasi internasional lainnya di Jenewa.

Dalam pidatonya pada dialog terkait laporan Sekretaris Jenderal PBB tentang hak asasi manusia dan perubahan iklim sebagai bagian dari sesi ke-57 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, diplomat Vietnam tersebut menegaskan bahwa perubahan iklim telah memberikan dampak serius terhadap pemenuhan hak asasi manusia dasar.

Topan Yagi yang melanda Filipina, China, dan Vietnam, serta banjir di Bangladesh, katanya, adalah contoh nyata dari pengaruh merusak pola cuaca ekstrem, yang tidak hanya menyebabkan kerugian besar bagi manusia, tetapi juga memaksa orang meninggalkan rumah mereka, menghancurkan infrastruktur, dan memengaruhi perkembangan ekonomi jangka panjang.

Dung secara khusus menekankan bahwa kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan masyarakat di negara berkembang yang paling merasakan dampaknya.

Oleh karena itu, solusi yang setara sangat diperlukan, dengan memprioritaskan dukungan bagi mereka yang paling terdampak, serta membantu mereka mengembangkan kemampuan untuk bertahan di masa depan.

Ia menyerukan komunitas internasional untuk meningkatkan sumber daya keuangan dan menerapkan langkah-langkah berbasis hak asasi manusia guna mengatasi kerugian yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Sesi ke-57 Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang berlangsung selama lima pekan ini mencakup berbagai program, termasuk enam diskusi mengenai hak-hak ekonomi, budaya, dan sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.