Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gencarkan Pembagian Air Bersih di Maros

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 00:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gencarkan Pembagian Air Bersih di Maros Doc: ANTARA/HO.
Ket. Suasana saat pembagian air bersih kepada warga di Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros Sulsel oleh pihak PMII dan Satlantas Polres Maros.

Maros - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Maros Sulawesi Selatan dan Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres setempat membagikan air bersih kepada masyarakat yang ada di Kecamatan BontoaKabupaten Maros yang terdampak musim kemarau panjang (el nino).

"Musim kemarau yang selalu berdampak pada warga BontoaMaros menjadi sasaran utama penyaluran air bersih di Maros bekerja sama dengan pihak Satlantas," kata Ketua Cabang PMII Kabupaten MarosMuh Haider Idris di Maros, Senin.

Dia menjelaskan, bantuan yang dikemas dalam aksi bakti sosial itu adalah bentuk dari keprihatinan pada warga yang kesulitan air bersih, sehingga mereka terpaksa harus membeli air bersih untuk dikonsumsi sehari-hari.

Menurut dia, untuk kebutuhan air Mandi Cuci dan Kakus (MCK) masih dapat mengambil air tanah baik yang ada di sekitar sawah maupun sumur yang masih ada airnya. Itupun harus jauh dari rumah.

"Kami prihatin karena warga yang hidupnya pas-pasan harus membeli air ke pedagang rata-rata Rp10 ribu - Rp20 ribu per hari," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kasat Lantas Polres Maros, Iptu Kamaluddin mengatakan, kegiatan sosial ini dilakukan sebagai respons atas krisis air bersih yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Maros, khususnya di Desa AmpekaleKecamatan BontoaKabupaten Maros Sulsel.

Kegiatan tersebut, katanya, juga dalam rangkaian HUT ke-69 Polisi Lalulintas. "Kami berharap kegiatan yang kami laksanakan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak agar dapat mengakses akses air bersih," kata Kamaluddin.

Salah seorang warga Bontoa, Fatmawati mengatakan sangat mengapresiasi pihak PMII dan Polres Maros yang telah membantu menyalurkan air bersih saat aktivitas dapur meningkat antara lain menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Karena tradisi Maulid dengan memasak menu tertentu untuk peringatan Maulid, tentu membutuhkan air yang tidak sedikit untuk masak-masak dan sebagainya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.