Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IADO Berharap Karate Pertahankan Prestasi Zero Doping

📅 Senin, 16 Sep 2024, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
IADO Berharap Karate Pertahankan Prestasi Zero Doping Doc: ANTARA/Asep Firmansyah
Ket. Suasana Technical Meeting cabang olahraga karate di Universitas Negeri Medan (Unimed), Medan, Minggu (15/9/2024).

Medan - Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) berharap cabang olahraga karate dapat mempertahankan prestasi sebagai cabang yang selalu nol kasus doping.

"Kebetulan karate itu punya pendidikan bagus. Di data kami ituzero(kasus doping). Tolong juga dipastikan jangan sampai ada kasus," ujar Ketua Umum IADO Gatot S. Dewa Broto di Medan, Minggu.

Harapan Gatot tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan diTechnical Meetingcabang olahraga karate yang baru akan bertanding pada Senin (16/9).

Gatot tidak ingin kasus pada cabang olahraga binaraga terjadi pada cabang olahraga lain di PON ini. Saat itu, ada atlet binaraga Banten yang masih dalam masa sanksi larangan tampil akibat kasus doping. Namun nyatanya yang bersangkutan masih ikut kontes.

Akhirnya, medali emas yang diraih atlet tersebut harus dicabut dan diberikan pada atlet yang meraih medali perak.

Gatot mengatakan pelatih maupun manajer harus mengingatkan kepada atlet-atletnya untuk berhati-hati saat mengonsumsi sesuatu. Biasanya, kasus yang banyak ditemukan adalah ketidaktahuan atlet soal kandungan dalam obat-obatan.

Maka dari itu, jika atlet sakit dan memerlukan obat harus dikonsultasikan dengan tim kesehatan kontingen terkait. Apalagi IADO telah menggelar pertemuan dengan tim kesehatan kontingen soal edukasi tersebut.

"Jadi atlet harus konsultasi dengan dokter tim, soal obat yang boleh dan tidak.

World Anti-Doping Agency (WADA) juga, kata Gatot, telah menerbitkan pedoman Therapeutic Use Exemptions (TUE). TUE memungkinkan penggunaan obat-obatan/pengobatan yang tidak akan memberi keuntungan kompetitif, tetapi memastikan atlet dapat bertanding dalam kondisi kesehatan yang baik.

"Kita, kan,human being,kemungkinan sakit itu ada, tolong dipastikan gunakanlah TUE," kata dia.

Di samping itu, dalam laman resmi IADO terdapat berbagai informasi mengenai suplemen maupun obat-obatan yang boleh dan tidak boleh digunakan. Maka dari itu, para pelatih dan dokter tim untuk memastikan asupan bagi atletnya.

"Bisa dilihat dalam laman kami IADO di sana informasi lengkap soaldo and don't," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.