Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Tangerang: Waspadai Pohon Tumbang Saat Hujan

📅 Senin, 16 Sep 2024, 17:57 WIB | Oleh:
BPBD Tangerang: Waspadai Pohon Tumbang Saat Hujan Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Ket. Pohon tumbang di Kota Tangerang Banten yang menutup jalan akibat hujan disertai angin kencang beberapa waktu lalu.

TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Banten mengimbau masyarakat agar mewaspadai pohon tumbang seiring mulai datangnya musim penghujan.

"Waspadai hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan banjir hingga pohon tumbang. Masyarakat harus waspada dan terus berhati-hati," kata Plt Kalak BPBD Kota Tangerang Ubaidillah Ansar dalam keterangannya di Tangerang, Senin.

Ia mengatakan kasus pohon tumbang perlu menjadi kewaspadaan masyarakat saat berteduh maupun berkendara di musim hujan maupun angin kencang.

Meskipun petugas dari BPBD dan Bidang Pertamanan Disbudpar melakukan pengawasan terhadap pohon yang rawan tumbang, tetapi kewaspadaan tetap menjadi kunci.

Jika ada pohon tumbang, masyarakat bisa segera melakukan pelaporan melalui emergency call center 112 dan nomor piket BPBD 24 jam di 021-5582-144.

Sementara itu, menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia baru akan memasuki musim penghujan secara bertahap mulai akhir September sampai awal Oktober 2024.

Ubaidillah juga menambahkan masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan matang dalam menghadapi potensi bencana. Warga bisa mengajukan kegiatan edukasi dari BPBD Kota Tangerang.

Pelatihan kebencanaan ini bisa diajukan dengan surat yang ditujukan kepada BPBD Kota Tangerang atau melalui aplikasi Sistem Informasi Layanan Tangguh (SILANTANG).

Tak hanya itu, masyarakat juga bisa menyiapkan tas siaga bencana untuk mengantisipasi kebutuhan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat sebelum datangnya bantuan.

"Mulai dari alat penerangan, makanan ringan tahan lama, uang tunai, masker dan hand sanitizer, dokumen dan surat berharga, pakaian ganti tiga hari, obat-obatan dan perlengkapan P3K, ponsel, dan powerbank," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.