Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Perlu Optimalkan Peluang Digitalisasi Pemasaran

📅 Sabtu, 14 Sep 2024, 10:47 WIB | Oleh:
UMKM Perlu Optimalkan Peluang Digitalisasi Pemasaran Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Direktur Politeknik Keuangan Negara STAN Evi Mulyani memaparkan berbagai peluangan pemasaran digital UMKM dalam acara bertajuk International Community Service 2024 di KPPN Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat, (13/9/2024).

JAKARTA - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu mengoptimalkan strategi pemasaran digital guna meningkatkan pendapatan dan perluasan pasar. Meski demikian, perlindungan terhadap UMKM perlu dilakukan di tengah ancaman predatory pricing atau perang harga di niaga-el atau e-commerce.

"Keberhasilan pemasaran sangat bergantung terhadap kreativitas dan semangat inovatif dari para wirausahawan itu sendiri," ujar Direktur PoliteknikKeuangan Negara STAN, Evi Mulyani, dalam acara bertajuk International Community Service 2024 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (13/9).

Evi menuturkan pertumbuhan pengguna internet dan sosial media yang begitu pesat membuat teknik pemasaran produk tidak lagi secara tradisional dengan berjualan di bangunan-bangunan toko.

Kehadiran pemasaran digital dapat memudahkan para wirausahawan untuk menjangkau calon pembeli. Dengan demikian, UMKM dapat bersaing secara lebih efektif dan efisien melalui strategi pemasaran digital.

"UMKM perlu memahaminya agar mereka mahir mengalokasikan sumber daya dengan cara yang unik dan menerapkan strategi pemasaran yang menarik," kata Evi.

Berdasarkan Survei Penetrasi Internet Indonesia yang diterbitkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2024 mencapai 221 juta orang atau setara 79 persen dari total keseluruhan penduduk di negara ini. Komposisi pengguna internet di Indonesia paling besar adalah generasi milenial sebanyak 93,17 persen dan generasi Z sebanyak 87,02 persen.

Namun, Ahli Utama Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop UKM, Hanung Harimba Rachman, mengingatkan, saat ini masih ada ancaman praktik predatory pricing dari niaga-el (e-commerce) asal Tiongkok. Praktik ilegal ini ditakutkan bakal mengancam ekosistem UMKM di Indonesia.

"Saat ini ada ancaman bahwa produsen dari Tiongkok itu, e-commerce baru, yang dia mengolaborasikan 250 industri di Tiongkok untuk bisa memasarkan produknya ke konsumen tanpa lewat intermediary (perantara). Itu akan 'membunuh' semua, baik penjual kita maupun produsen kita," kata Hanung di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Strategi Anti-Kompetitif

Sebagai catatan, predatory pricing merupakan praktik penetapan harga yang sangat rendah atau di bawah biaya produksi oleh sebuah perusahaan dengan tujuan untuk melemahkan pesaing di pasar. Setelah pesaing keluar dari pasar atau menjadi tidak kompetitif, perusahaan tersebut biasanya menaikkan harga kembali ke tingkat yang lebih tinggi, untuk memulihkan kerugian yang terjadi selama periode predatory pricing.

Strategi ini dinilai anti-kompetitif dan ilegal di banyak negara, termasuk Indonesia, karena dapat merusak persaingan yang sehat dan mempengaruhi konsumen dalam jangka panjang.

Hanung mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan penataan e-commerce melalui berbagai regulasi. Dia menyebutkan salah satunya lewat Peraturan Menteri Perdagangan No 31/2023 yang merupakan dari revisi Peraturan Menteri Perdagangan No 50/2020.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, nilai ekonomi digital UMKM dapat mencapai 4.531 triliun rupiah pada 2030, mengingat potensi peningkatan akses pasar yang lebih luas dalam ekosistem digital.

Adapun Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengingatkan dengan hadirnya aplikasi asing seperti Temu dapat mengancam keberadaan UMKM lokal karena Indonesia hanya akan semakin menjadi pasar bagi barang-barang impor. "Indonesia hanya dijadikan pasar, akan banyak pelaku usaha yang terancam gulung tikar dan menciptakan PHK massal terutama di sektor industri pengolahan," ujar Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.