Ruang Baru untuk Mengeruk 'Cuan'

Senin, 09 Sep 2024, 00:31 WIB

Anak-anak muda semakin jeli melihat ruang-ruang yang dapat dimanfaatkan untuk membuat konten. Contoh kawasan yang tengah trending adalah area Kanal Banjir Timur (KBT), Duren Sawit, Jakarta Timur. Kawasan ini menjadi ruang baru bagi para Tiktokers untuk menyalurkan hobi dan bakatnya dalam mencari uang.

Salah satu yang ditampilkan para live streamer adalah menyanyi seperti dilakukan Dea Yuliani (31) dan Aep Syaiful (37) di kawasan KBT, Jakarta Timur, Sabtu. Mereka memanfaatkan rindangnya pepohonan di kawasan KBT untuk meraup untung.

Ket. Foto: Live di Kerindangan -- Konten kreator TikTok Dea Yuliani saat live streaming dengan bernyanyi di kerindangan pepohonan di kawasan Kanal Banjir Timur, Sabtu (7/9). — Sumber: ANTARA/Syaiful Hakim

Setiap hari, Dea menampilkan bakat menyanyinya lewat live streaming di TikTok dengan latar belakang pepohonan hijau di kawasan KBT.

"Hampir setiap pagi saya datang ke KBT untuk live streaming menyanyi di TikTok," katanya.

Dea yang tengah mempersiapkan alat-alatnya berupa dua telepon seluler atau handphone, sound cup atau mixer, tripod dan mikrofon untuk live streaming mengaku baru dua pekan membuat konten di kawasan KBT untuk menyalurkan bakat menyanyinya.

"Baru dua pekan live streaming di KBT. Sebelumnya biasanya membuat konten di rumah," katanya. Wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai admin ekspedisi itu mengaku baru setahun belakangan memanfaatkan platform media sosial untuk meraup cuan.

Cuan yang didapatnya bisa bervariasi, mulai 30.000 hingga 200.000 untuk sekali live streaming dengan kurun waktu 2-3 jam. Namun tergantung pada gift yang diberikan penonton TikTok. "Kalau pendapatan bukan gaji per bulan gitu, tapi tergantung pada gift. Kita tak bisa kasih rata-ratanya karena pendapatan selalu berbeda," jelas Dea.

Gift TikTok adakah salah satu fitur berupa reward atau apresiasi yang diberikan penonton kepada konten kreator TikTok yang sedang melakukan live streaming. Dia mengaku akun TikTok @Deayualiani saat ini telah memiliki 6.000 pengikut (followers). Kawasan KBT, dengan pemandangannya yang asri, menjadi pilihan utama Dea untuk live streaming.

"Di sini pemandangannya bagus. Pohonnya lurus-lurus. Inginnya cari spot lagi biar bervariasi. Tapi untuk sementara di KBT dulu karena asri dan adem," ujarnya. Dea mengaku sering membawakan lagu-lagu pop Indonesia. Tapi bisa juga lagu-lagu dangdut. "Kalau pop barat enggak ya, hanya pop Indonesia dan dangdut," tuturnya.

Live streamer lainnya, Aep Syaiful juga mengatakan senada. Dia mengaku mendapatkan uang lumayan saat live streaming dengan bernyanyi di TikTok. "Awalnya hanya hobi bernyanyi. Hitung-hitung karaoke gratislah. Kalau gift hanya bonus dan bentuk apresiasi ke kita. Kadang dapat gift dari request lagu dari penonton," ujarnya.

Namun, tak semua lagu yang dipesan mendapatkan aware dari penonton TikTok, . Namun, dia pernah mendapatkan gift sebesar 500.000 saat menyanyikan satu lagu. Lagu-lagu yang dinyanyikannya bisa macam-macam. Ada pop, dangdut, bahkan lagu India.

"Kalau dapat request dari penonton, saya harus menghafalkan lirik lagunya malam sebelumny. Baru keesokan mulai dinyanyikan," katanya. Akun TikTok ketiganya ini telah memiliki 16.000 pengikut. Sebelumnya, akun pertama dan kedua kena banned dari TikTok sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.