Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua DPR Ingatkan Pentingnya Membangun Hubungan Parlemen RI dan Afrika Lebih Inklusif

📅 Minggu, 01 Sep 2024, 05:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketua DPR Ingatkan Pentingnya Membangun Hubungan Parlemen RI dan Afrika Lebih Inklusif Doc: ANTARA/HO-DPR
Ket. Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut delegasi Forum Parlemen Indonesia-Afrika (IAPF) di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (31/8/2024).

Badung - Ketua DPR RI Puan Maharani menggarisbawahi pentingya membangun hubungan yang lebih inklusif antara parlemen Indonesia dan negara-negara Afrika melalui penyelenggaraan Forum Parlemen Indonesia-Afrika (IAPF) di Bali.

"Kita harus membangun hubungan yang saling menguntungkan, saling menghormati, saling menghargai keberagaman, dan berdasar kesetaraan," katanya pada acara jamuan makan malam menyambut delegasi IAPF di Badung, Bali, Sabtu.

Puan mengatakan kesetaraan yang dimaksud adalah tidak ada satu pihak yang ingin mendominasi hubungan ini. Dengan begitu, semua pihak sama-sama berkontribusi dan saling menguntungkan.

Dia lebih lanjut mengatakan IAPF ini akan menjadi lembaran baru hubungan Indonesia dan Afrika, serta dapat mempererat persahabatan yang lebih dalam antara kedua belah pihak.

"Dengan jamuan makan malam ini, saya berharap menjadi babak baru atau pembuka lembaran baru hubungan kerja sama Indonesia dengan negara-negara Afrika," ujar Puan.

Jamuan makan malam yang dihadiri seluruh delegasi negara-negara Afrika itu merupakan rangkaian acara IAPF yang diselenggarakan di Bali dari 31 Agustus hingga 2 September 2024.

Melalui IAPF yang mengangkat tema "Memperkuat Kemitraan Parlemen Indonesia-Afrika untuk Pembangunan" itu, DPR ingin fokus membangun kemitraan antarparlemen, kata Puan.

"Kami merasa senang dapat berkumpul di Bali, sebuah pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia di mata internasional," kata Puan.

Menurut Puan, hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika memiliki sejarah yang panjang dan dipupuk sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada 1955.

Namun, relasi keduanya itu tidak terbatas hanya pada hubungan historis namun juga bagaimana keduanya mengeksplorasi peluang kerja sama di masa depan, katanya.

Jamuan makan malam itu antara lain dihadiri delegasi parlemen dari Aljazair, Angola, Benin, Burundi, Djibouti, Eswatini, Ghana, Kenya, Malawi, Mauritius, Maroko, Nigeria, Tanzania,Tunisia, Zimbabwe, Ethiopia, Libya, Mozambik, Somalia, dan Afrika Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.