Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bekasi Petakan Daerah Rawan Kekeringan

📅 Jumat, 30 Agu 2024, 03:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Petakan Daerah Rawan Kekeringan Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. BPBD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong, Rabu (28/8).

BEKASI - Sejumlah daerah terus mengalami kekeringan karena sudah cukup lama tidak turun hujan. Maka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, mulai memetakan wilayah rawan kekeringan imbas musim kemarau. Tujuannya, untuk mengantisipasi dampak secara luas terhadap aktivitas masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan berdasarkan pemetaan dan kajian sementara, sejumlah wilayah yang berada di pesisir laut mendapatkan perhatian khusus pemerintah daerah. "Sudah ada keluhan warga terkait air asin. Mereka memohon bantuan air bersih," katanya di Cikarang, Rabu.

Dodi merespons keluhan masyarakat pesisir dengan melakukan koordinasi bersama kecamatan setempat untuk segera mengajukan permohonan pengiriman bantuan air bersih. "Sudah ada surat permohonan dan langsung ditindaklanjuti dengan pendistribusian air bersih," katanya.

Menurutnya, BPBD juga telah menilai lapangan terhadap lahan pertanian terdampak kekeringan sebagai dasar menentukan langkah-langkah lebih lanjut bersama perangkat daerah terkait. "Kami terus melakukan pendataan dan memantau setiap titik di wilayah yang terdampak kekeringan, baik wilayah rawan, termasuk lahan pertanian," tutur Dodi.

Sekretaris BPBD Kabupaten Bekasi Agus Suparno menambahkan, koordinasi lintas sektor terkait terus dilakukan untuk menanggulangi dampak kekeringan agar tidak meluas hingga mengganggu aktivitas masyarakat. Dia mengungkapkan berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diprediksi tidak akan sepanjang tahun lalu.

Bahkan badan otoritas tersebut sudah memberikan sinyal musim penghujan akan tiba di akhir September atau awal Oktober 2024. "Namun kami tetap siaga untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Sejauh ini peningkatan koordinasi terus kami lakukan," tandasnya.

Kaji Cepat

Sementara itu, Tim Kaji Cepat Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Bekasi, melanjutkan kegiatan mitigasi areal persawahan terdampak kekeringan dengan mendatangi wilayah Kecamatan Tambelang dan Tambun Utara. Kegiatan ini dalam rangka mengumpulkan sejumlah informasi secara langsung di lapangan terkait situasi serta kondisi lahan pertanian yang mengalami dampak kekeringan.

Anggota Tim Kaji Cepat Kabupaten Bekasi Ahmad Erlangga, menuturkan, berdasarkan observasi di lapangan, kondisi aliran sungai sekunder Bulak Mangga kekurangan debit air.

Erlangga menyebutkan dari total area pertanian di Kecamatan Tambun Utara seluas 1.031 hektare, 639 hektare di antaranya telah ditanami. Sedangkan 80 hektare lahan terdampak kekeringan dengan rincian 15 hektare di Desa Srimukti, 40 hektare di Srimahi, dan 25 hektare di Srijaya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.