Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB Ingatkan Negara-negara di Pasifik Akan Naiknya Permukaan Air Laut

📅 Rabu, 28 Agu 2024, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB Ingatkan Negara-negara di Pasifik Akan Naiknya Permukaan Air Laut Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Istambul - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Selasa memperingatkan bahwa negara-negara kepulauan Pasifik menghadapi ancaman serius kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim dan menyerukan komunitas internasional untuk segera mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Berbicara dalam pertemuan para pemimpin Kepulauan Pasifik di ibu kota Tonga, Nuku'alofa, Guterres menekankan bahaya yang ditimbulkan oleh peningkatan permukaan laut.

"Ini adalah situasi yang gila: kenaikan permukaan laut adalah krisis yang sepenuhnya disebabkan oleh ulah manusia. Sebuah krisis yang akan segera membesar hingga skala yang hampir tak terbayangkan, tanpa ada kapal penyelamat yang bisa membawa kita kembali ke tempat aman," tegas Guterres.

"Tetapi jika kita menyelamatkan Pasifik, kita juga menyelamatkan diri kita sendiri. Dunia harus bertindak dan merespons sinyal bahaya sebelum terlambat," tambahnya.

Menyoroti bahwa rata-rata kenaikan permukaan laut global terjadi pada tingkat yang belum pernah terjadi dalam 3.000 tahun terakhir, Guterres menyatakan, "Lautan meluap, dan konsekuensinya sangatlah buruk."

"Alasannya jelas: gas rumah kaca, yang sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, sedang memanggang planet kita. Dan laut secara harfiah menahan panasnya," katanya.

Guterres menunjuk pada temuan yang mengkhawatirkan dari dua laporan PBB yang baru dirilis: laporan Organisasi Meteorologi Dunia "State of the Climate in the South West Pacific," dan laporan Tim Aksi Iklim PBB "Surging Seas in a Warming World."

Kedua laporan tersebut menekankan bahwa "perubahan pada lautan semakin cepat, dengan dampak yang menghancurkan."

Dia juga mengatakan bahwa laporan tersebut mengonfirmasi bahwa "kenaikan relatif permukaan laut di Pasifik Barat Daya bahkan lebih tinggi daripada rata-rata global, di beberapa lokasi, meningkat lebih dari dua kali lipat dari kenaikan global dalam 30 tahun terakhir."

Sekjen PBB mengatakan bahwa Kepulauan Pasifik "sangat rentan" karena ketinggian rata-rata daratan hanya satu hingga dua meter di atas permukaan laut, dan "sekitar 90 persen penduduk tinggal dalam jarak 5 kilometer dari pantai, serta setengah dari infrastruktur berada dalam jarak 500 meter dari laut."

"Tanpa pengurangan emisi yang drastis, Kepulauan Pasifik dapat mengalami kenaikan permukaan laut tambahan setidaknya 15 sentimeter pada pertengahan abad ini, dan lebih dari 30 hari banjir pesisir per tahun di beberapa tempat," tambah Guterres.

Ia menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk segera mengambil tindakan, mendesak mereka untuk secara drastis mengurangi emisi, menghapus bahan bakar fosil, dan meningkatkan investasi dalam adaptasi iklim.

"Hanya dengan membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celsius kita memiliki peluang untuk mencegah keruntuhan yang tak terhindarkan dari lapisan es Greenland dan Antartika Barat," katanya.

Guterres juga menyatakan kekecewaannya atas kurangnya tindakan dari negara-negara G20, yang menurutnya bertanggung jawab atas 80 persen emisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.