Jepang Hibahkan 25 Juta Dolar AS untuk Amonia Hijau
Selasa, 27 Agu 2024, 00:18 WIBJakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Pemerintah Jepang berencana memberikan hibah sejumlah 25 juta dolar AS (Rp382,75 miliar, kurs 1 dolar AS = Rp15.310) untuk pengembangan proyek amonia hijau di Aceh.
"Untuk proyek amonia Pupuk Iskandar Muda (anak usaha Pupuk Indonesia) ini, pemerintah Jepang akan memberikan bantuan sekitar 25 juta dollar AS dalam bentukgrant(hibah)," kata Airlangga Hartarto dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Proyek tersebut merupakan hasil dari perjanjian kerja sama pengembangan Green Ammonia Initiative from Aceh (Project GAIA) antara Pupuk Indonesia, ITOCHU Corporation, dan Toyo Engineering.
Pengembangan proyek tersebut akan dimulai dengan pembangunan Front End Engineering Design (FEED), pada Agustus 2024.
Ketiga pihak yang bekerja sama kemudian akan membentuk perusahaan patungan (joint venture company) dengan target keputusan investasi final pada paruh pertama 2025 dan operasi komersial pada 2027.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyatakan bahwa investasi terkait proyekzero emissionsangat menarik bagi pasar internasional.
"Karena memang mereka diberikan insentif, dan bahkan mereka bisa memberikanyieldyang sangat jauh lebih rendah apabila itu energi hijau baru terbarukan. Jadi sebetulnya memang kita harus aktif, karena kita memiliki potensi yang sangat besar," ujarnya.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menuturkan bahwa proyek tersebut akan mengembangkan amonia hijau ataugreen ammoniamenjadi bahan bakar kapal.
Menurut dia, proyek tersebut bersifat unik karena merupakan yang pertama di dunia. Dalam kerja sama ini, pihaknya akan memproduksi amonia hijau menggunakan pabrik amonia yang teknologi prosesnya dirancang dan dibangun oleh TOYO pada 2000-an lalu.
Amonia hijau tersebut kemudian akan dipasok kepada ITOCHU sebagai bahan bakumarine fuel, sehingga membentuk sebuahvalue chainyang komprehensif.
Ia mengatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata dalam mendorong kemajuan transisi energi bersih di Indonesia serta upaya diversifikasi bisnis perseroan untuk membantu pemerintah mencapai target nol emisi pada 2060.
"Kerja sama ini menjadi salah satu bentuk diversifikasi usaha Pupuk Indonesia yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mendukung hilirisasi industri dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta mendukung target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission di 2060," imbuh Rahmad.
Berita Terkait:
-
Pipa Gas PT TGI Meledak di Inderagiri Hilir, 10 Orang Terluka
-
Rahasia Orang Jepang Bikin Tabungan Gemuk, 6 Trik Kakeibo Ini Bikin Duit Nggak Cepat Habis!
-
Shai Gilgeous-Alexander dan Jalen Brunson Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik NBA Desember 2025
-
Stok Pulih, Harga BBM di SPBU BP Turun Mulai 1 November 2025
-
Momen Haru di Tokyo, Donald Trump Janji Bantu Jepang Pulangkan Warganya yang Diculik Korea Utara
-
KAI Daop 7 Madiun Ungkap Perjalanan KA Terdampak Anjlokan KA Purwojaya Relasi Gambir–Cilacap
-
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan Tindaklanjuti Temuan BRIN Soal Mikroplastik di Air Hujan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.