Inovasi Melon 'Green House' untuk Pacu Ekonomi Warga Lamongan

Senin, 26 Agu 2024, 00:18 WIB

Surabaya - Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan Nurul Mukminin menyatakan inovasi hortikultura buah melon yang dibudidayakan melalui sistemgreen houseoleh para petani muda telah mampu memacu perekonomian warga setempat.

"Saat ini budidaya melon dengan sistemgreen housemenjadi sektor unggulan pertama di Lamongan. Sebuah inovasi pertanian modern yang dijalankan oleh petani muda," katanya di Lamongan, Jawa Timur, Minggu.

Nurul menjelaskan potensi ekonomi dari budidaya melon ini berkembang sangat signifikan sepanjang tiga tahun terahir terutama di beberapa kecamatan yang berhasil memproduksi dalam jumlah banyak.

Beberapa kecamatan tersebut seperti Kecamatan Mantup, Ngimbang, Sukodadi, Karanggeneng, Brondong, Solokuro, Sugio dan sekitarnya.

Bahkan seperti melon yang dikembangkan di Kecamatan Mantup melalui sistem green house telah mampu masuk ke pasar luar kota hingga bekerja sama dengan bekerjasama dengan perusahaan Sunpride dan toko ritel Alfamidi serta Alfamart.

Melihat potensi besar tersebut, Pemkab Lamongan pun memberikan pendampingan dengan pelatih langsung dari pengusaha yang bekerja sama dengan Pemprov Jatim sekaligus memfasilitasi akses permodalan.

Pemilik green house di Kecamatan Mantup yakni Arief Farm Akhmad Arief Susanto menjelaskan dirinya telah mengembangkan budidaya melon tiga varietas yakni Melon Golden Alisha, Golden Emerald/Inthanon dan Melon Fujisawa.

Ia mengaku sedang mengelola dan mengembangkan 23 green house bersama mitra dengan setiap satu green house yang berukuran 500 meter persegi dapat memproduksi 1,8 ton buah melon dengan total 1.000 bibit.

Saat ini ia juga menjalin kerja sama dengan perusahaan Sunpride untuk memenuhi target kebutuhan pasar karena produktivitas melon green house yang dikelolanya mencapai 4 ton dalam masa panen satu kali per bulan.

Dari total 23 green house yang dimiliki, Arif dapat memanen satu minggu sekali dengan keuntungan mencapai Rp27 juta per satu green house dengan biaya produksinya hanya Rp7 juta yaitu untuk benih, pupuk, pestisida, dan upah pekerja.

"Saya mengambil dari mitra-mitra saya Rp18.000 per kilogram, jika dikalikan dengan produktivitas satu green house sebanyak 1.500 kilogram maka saya sudah dapat keuntungan Rp27 juga," ujarnya.

Arief mengatakan budidaya melon dengan sistem green house memiliki proses tanam memakai polybag, foyld, dan NFT serta didukung oleh sistem irigasi tetes sehingga mudah dikontrol menghasilkan produk berkualitas.

"Keunggulan dari sistem ini yaitu minim risiko untuk terserang hama dan jamur," kata Arief.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.