Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno Sebut Indonesia Ingin Investasi yang Berkualitas dari Tiongkok

📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 01:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Retno Sebut Indonesia Ingin Investasi yang Berkualitas dari Tiongkok Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam kerangka Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation atau JCBC) ke-5 di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing, Tiongkok pada Jumat (23/8/2024).

Beijing - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudimenekankan bahwa Indonesia terbuka untuk investasi yang berkualitas dari Tiongkok.

"Tadi kami sampaikan bahwa yang ingin kami lihat adalah investasi berkualitas yaitu yang menghormati ESG, 'Environment, Sustainability and Governance' dan juga ada prinsip-prinsip PBB hal tersebut," kata Menlukepada ANTARA di Beijing, Tiongkok, pada Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Retnousai dirinya bertemu dengan Menlu Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation atau JCBC) ke-5 di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing.

Kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok, menurut Retno, menjadi bidang yang menonjol dalam 10 tahun terakhir.

"Untuk investasi saja, bila kita lihat data BKPM (Badan Koordinator Penanaman Modal) pada 2014, nilai investasi Tiongkok di hanya 800 juta dolar AS tapi sekarang sudah 7,43 miliar dolar AS," ujarnya.

Angka tersebut menjadikan Tiongkok sebagai investor kedua terbesar ke Indonesia, setelah Singapura.

Namun dalam diskusi JCBC, Retno menyebut Menlu Wang mengatakan jumlah investasi tersebut lebih besar karena belum memasukkan investasi Hong Kong ke Indonesia.

Terlebih, kata Retnodengan mengutip Wang, investasi dua arah dapat mencapai 55 miliar dolar AS dengan proporsi 33 miliar dolar AS adalah investasi Tiongkok ke Indonesia dan 22 miliar dolar AS adalah investasi dari Indonesia ke Tiongkok.

"Itu menurut data Menlu Wang Yi, karena kalau kita bicara investasi, bukan hanya satu arah dari Tiongkok ke Indonesia tapi juga dari Indonesia ke Tiongkok," ujarnya.

Sedangkan di sektor perdagangan, Retno juga menunjukkan ada peningkatan signifikan dalam sembilan tahun terakhir.

Retnomengutip data kepabeanan Tiongkok, yang pada 2014 menunjukkan angka perdagangan Indonesia-Tiongkok mencapai 63,66 miliar dolar AS. Indonesia mengalami defisit 14,48 miliar dolar AS.

Namun sembilan tahun kemudian, data 2023 memperlihatkan bahwa angka perdagangan kedua negara mencapai 139,26 miliar dolar AS.

"Yang berarti penambahannya lebih dari 100 persen dan Indonesia sudah surplus. Tahun 2023 lalu surplus kita hampir 9 miliar dolar AS dan kita sudah mengalami surplus 4 tahun ke belakang, ini menurut data kepabeanan Tiongkok," tuturRetno.

JCBC juga membahas antara lain penguatan kerja sama di bidang energi terbarukan, hilirisasi industri, serta upaya untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.