• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bahaya yang Mengintai Jika...

Bahaya yang Mengintai Jika Pertusis Tidak Segera Diobati

Jumat, 23 Agu 2024, 22:11 WIB

Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Anggraini Alam Sp.A(K) mengatakan pertusis yang tidak segera diobati bisa menyebabkan saluran nafas lumpuh sehingga batuk tidak mengeluarkan dahak karena racun dari bakteri pertusis.

"Bakteri ini punya 5 toksin yang bisa menyebabkan saluran nafas kita seperti lumpuh oleh toksin yang dikeluarkan oleh bakteri tersebut sehingga nggak bisa mengeluarkan dahak, kumannya menetap bahkan dahaknya banyak dihasilkan tidak bisa keluar," kata Anggraini dalam diskusi kesehatan yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

Batuk yang ditandai sebagai pertusis, kata Anggraini adalah bukan batuk ringan biasa dan terjadi selama berbulan-bulan atau dikenal batuk 100 hari.

Gejala yang biasa diderita pada bayi usia di bawah satu tahun ini biasanya batuk sampai muka memerah, bahkan dalam kondisi parah bisa menyebabkan nafas berhenti, pendarahan di mata, infeksi paru serta kejang karena tekanan dari batuk yang terus-menerus.

Yang disayangkan, katanya, dari gejala hingga ditegakkan diagnosis pertusis baru bisa diidentifikasi setelah 3 minggu batuk tidak berhenti, yang membuat kebanyakan penderita pertusis sudah memasuki stadium lanjut.

"Kalau ada batuk-batuk begini, demam nggak tinggi, kemungkinan bisa disertai juga dengan pilek. Paling bahaya kalau batuk berlama-lama dan biasanya di antara batuk dengan batuk bisa ada muntah, kemudian tentunya yang sakit seperti ini, langsung sudah telat," katanya.

Anggraini menjelaskan setidaknya ada tiga tahap perkembangan penyakit pertusis, yakni tahap satu seperti batuk disertai pilek biasa yang seringkali tidak diwaspadai masyarakat, lalu masuk ke stadium dua di mana batuk sudah semakin parah hingga berbulan-bulan disertai muntah. Dan tahap penyembuhan yang biasanya juga berlangsung lama.

Pada tahap stadium dua, gejala pada anak biasanya terdiagnosis sebagai TBC atau alergi, dan bisa membuat paru-paru menjadi berkembang tidak semestinya. Batuk hebat juga dapat menyebabkan tulang patah, turun bero jika memiliki riwayat hernia dan anak jadi kurang gizi.

"Kemudian kita bisa mendapatkan anak yang tidak mau makan, tidak mau minum, jadinya kurang gizi, perdarahan otak, kekurangan oksigen, bisa mengalami kejang-kejang kerusakan otak dan kematian bisa terjadi," kata Anggraini.

Anggraini mengatakan penanganan terbaik pada pertusis adalah segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan obat mengurangi racun dari bakteri pertusis. Obat yang digunakan untuk menekan penularan dan mengatasi batuk.

Ia juga mengingatkan untuk banyak minum air. Selain itu, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut jika anak mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh untuk menegakkan diagnosis secara lebih dini.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.