Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikbudristek perkuat implementasi Kurikulum Merdeka

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 23:55 WIB | Oleh:
Kemendikbudristek perkuat implementasi Kurikulum Merdeka Doc: ANTARA/HO-BKHM Kemendikbudristek
Ket. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi dengan multipihak guna memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka melalui Lesson Study Pembelajaran Matematika SD di Jakarta pada Rabu (21/8/2024).

Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi dengan multipihak guna memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka melaluiLesson StudyPembelajaran Matematika SD.

Dalam rilis Kemendikbudristek di Jakarta, Kamis, kolaborasi multipihak itu melibatkan SEAMEO QITEP in Mathematics (SEAQIM), Balai Besar Guru Penggerak Daerah Istimewa Yogyakarta (BBGP DIY), Center for Research on International Cooperation in Educational Development (CRICED) University of Tsukuba Jepang, dan SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL).

"Mudah-mudahan apa yang akan kita laksanakan nanti dengan praktik-praktik baik yang ditampilkan University of Tsukuba, akan memberikan penguatan khususnya terkait dengan implementasi Kurikulum Merdeka," ujar Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Kemendikbudristek Rachmadi Widdiharto.

Rachmadi menjelaskanLesson Studyadalah proses pengembangan profesi yang dilaksanakan oleh guru dengan cara mengamati dan menguji praktik pembelajaran secara teratur. TujuanLesson Studyadalah meningkatkan efektivitas dalam kegiatan mengajar.

MelaluiLesson Study,guru dapat belajar langsung dari praktik terbaik Jepang. Dengan mengamati dan mengevaluasi pembelajaran matematika berbasis pemecahan masalah, guru dapat mengembangkan kemampuan mengajar dan menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih efektif bagi siswa Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan itu melibatkan 30 siswa kelas 1 dan 30 siswa kelas 3 dari SD Negeri Grogol Utara 3. Sebanyak 60 siswa tersebut melakukan kegiatan belajar matematika bersama tim guru SD dari Jepang yang dihadirkan oleh CRICED ke Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Direktur SEAQIM Sumardyono menyampaikan harapannya agar kehadiran guru-guru dari Jepang ini dapat memberi dampak baik pada pembelajaran matematika di Indonesia serta program ini dapat terus berlanjut.

Sebagai informasi, sebelum melaksanakan kegiatan di Jakarta, rangkaian kegiatan ini telah diselenggarakan di BBGP DIY, Yogyakarta pada 19 Agustus 2024.

Selain itu, kegiatan tersebut juga melibatkan guru SD umumnya termasuk Guru Penggerak SD, Guru Program Sekolah Penggerak SD, Widyaiswara Matematika, pengembang teknologi pembelajaran, serta praktisi pendidikan lain sebagaiobserver.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.